Para pemimpin Muslim pekan ini menyatakan Barat bersembunyi di belakang pembelaannya mengenai kebebasan berbicara dan tak mempedulikan kepekaan budaya. Hal ini dilontarkan menyusulk cercaan anti-Islam yang menimbulkan kekhawatiran mengenai meluasnya perpecahan budaya Timur-Barat.Film yang dibuat di California dan menghujat Nabi Muhammad SAW sebagai "orang bodoh" memicu penyerbuan terhadap Kedutaan Besar AS dan kedutaan besar lain Barat di banyak negara Islam serta pemboman bunuh diri di Afghanistan pada September. Krisis tersebut bertambah parah ketika satu majalah Eropa menerbitkan karikatur yang lagi-lagi menghina Nabi Muhammad SAW.Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan sudah tiba waktunya untuk mengakhiri perlindungan bagi Islamfobia yang menyamar sebagai "kebebasan berbicara"."Sayangnya, Islamfobia juga telah menjadi bentuk baru rasisme seperti anti-Semit. Itu tak lagi bisa ditolerir dengan kedok 'kebebasan berpendapat'. Kebebasan bukan berarti anarki," kata Davutoglu di Sidang Majelis Umum PBB, Sabtu (29/9), dikutip Reuters.Presiden Mesir Mohamed Mursi mengeluarkan sentimen serupa di dalam pidatonya pada Rabu (26/9)."Mesir menghormati kebebasan berpendapat, kebebasan berpendapat yang tidak digunakan untuk menghasut kebencian terhadap siapa pun. Kami mengharapkan dari pihak lain, sebagaimana mereka mengharapkan dari kami, bahwa mereka menghormati kekhususan budaya kami dan ajaran agama, dan tidak memaksakan konsep atau kebudayaan yang tak dapat kami terima," katanya.Kebanyakan pembicara dari Barat di PBB membela kebebasan berbicara, tapi menjauh dari seruan oleh para pemimpin Muslim bagi larangan internasional atas segala bentuk penghujatan.Saat mengulangi pengutukannya atas film itu, Presiden AS Barack Obama dengan tegas membela kebebasan berbicara, sehingga membuat gusar para pemimpin itu.Presiden Asif Ali Zardari dari Pakistan menuntut penghinaan agama dijadikan tindak kejahatan."Masyarakat internasional tak boleh menjadi pengamat yang bungkam dan mesti menjadikan sebagai kejahatan tindakan semacam itu yang merusak perdamaian dunia dan membahayakan keamanan dunia dengan menyelewengkan kebebasan berpendapat," katanya.
Turki: Islamfobia menyamar sebagai kebebasan berpendapat
Para pemimpin Muslim pekan ini menyatakan Barat bersembunyi di belakang pembelaannya mengenai kebebasan berbicara.
Advertisement
Rekomendasi