Mantan pemimpin Libya, Kolonel Muammar Qaddafi, tewas Oktober tahun lalu setelah revolusi melanda negara kaya minyak itu. Kini, selepas kekuasannya mulai memudar, beberapa orang kepercayaan membuka rahasia sang diktator sempat dipuja rakyat karena memimpin kudeta militer pada 1969.Salah satunya adalah mantan perdana menteri Abdul Salam Jallud, menyatakan perwira Angkatan Darat Libya itu hanya tidur saja saat tentara dan mahasiswa menggulingkan kekuasaan Raja Idris 43 tahun lalu. "Kolonel Qaddafi tertidur di rumah, dia jauh dari pusat konflik saat kudeta 1969 terjadi," ujar Jallud saat diwawancara stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (28/8).Tentara didukung rakyat menggulingkan Kerajaan Libya karena bertindak kejam. Selain itu Raja Idris dan kroni-kroninya dianggap terlalu memihak kepentingan asing, terutama perusahaan minyak asal Inggris dan Amerika Serikat.Pada banyak buku sejarah, kudeta yang membuat Qaddafi naik ke tampuk kekuasaan itu disebut hasil persekongkolan beberapa perwira militer rendah. Jallud menilai faktanya keliru besar. Perancang revolusi sebenarnya adalah mahasiswa. "Militer dan terutama Qaddafi baru ambil bagian belakangan ketika semua persiapan revolusi sudah terencana ke seluruh wilayah, tentara pada detik-detik akhir memaksa warga sipil menyetujui konsep kudeta militer," kata Jallud.Jallud sebagai mantan pegiat mahasiswa mengaku sudah kenal Qaddafi bertahun-tahun sebelum kudeta. Mereka sama-sama ditahan ketika aksi mengecam raja mulai marak pertengahan 1950-an. "Kami berkenalan di penjara, setelah dibebaskan dia langsung bilang ingin menjalankan revolusi," kata dia.Meski membuka aib Qaddafi, Jallud sekaligus menyebut momen menggelikan, terutama akibat sang kolonel tidur ketika Raja Idris sudah siap hengkang dari istana di Ibu Kota Tripoli. "Gara-gara Qaddafi ketiduran, kami sampai harus menunda deklarasi di istana menunggu dia bangun," ujar perdana menteri yang menjabat pada 1972 hingga 1977 itu.
Qaddafi tertidur ketika kudeta 1969
"Gara-gara Qaddafi ketiduran, kami sampai harus menunda deklarasi di istana menunggu dia bangun," kata Jallud.
Rekomendasi