Aktivis demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, berhasil terpilih menjadi anggota parlemen saat partai yang dipimpinnya, NLD, berhasil meraih 44 kursi dari 45 yang diperebutkan kemarin, (1/4), saat mengikuti pemilihan umum parlemen di negeri rezim militer itu.
Stasiun televisi Al Jazeera melaporkan, Senin (2/4), menurut perhitungan mandiri Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), Suu Kyi bisa mengantongi 99 persen suara di daerah pemilihan Kawhmu yang merupakan basis pendukungnya. Hasil penghitungan suara resmi baru akan diketahui satu minggu lagi.
Suu Kyi menyatakan ikut berbahagia atas hasil yang baik itu dan berbicara di depan para pendukungnya. "Bagaimanapun, sekarang sangat penting untuk tidak menghindari perlakuan dan tindakan yang bisa membuat partai lain kecewa. Penting bagi anggota NLD untuk menyikapi kemenangan ini dengan tetap bersikap sopan," ujar Suu Kyi.
Keberhasilan Suu Kyi menjadi simbol kebangkitan perjuangannya setelah 22 tahun dijadikan tahanan politik oleh pemerintah junta militer Myanmar.
Pemilu Parlemen yang digelar kemarin di Myanmar merupakan ujian bagi komitmen pemerintah militer untuk melaksanakan reformasi berdasarkan demokrasi.
Lebih dari enam juta rakyat Myanmar mengikuti pemilu parlemen kemarin. Ada 160 calon anggota parlemen dari 17 partai yang berebut 45 kursi dewan perwakilan.
Ada empat partai utama yang berebut kursi di parlemen Myanmar. NLD yang didirikan Suu Kyi pada 1988 populer di kalangan rakyat yang anti-pemerintah militer.
USDP (Union Solidarity and Development Party) adalah perpanjangan tangan pemerintah militer Myanmar. Pada 2010 mereka meraih 80 persen kursi di parlemen dan menjadi saingan terbesar NLD.
Partai NDF (National Democratic Force) merupakan pecahan dari pimpinan NLD yang menyempal karena tidak setuju atas keputusan Suu Kyi memboikot pemilu pada 2010.
Shan Nationalities Democratic Party merupakan partai yang dibentuk oleh etnis kedua terbesar di Myanmar, Shan. Mereka memperlihatkan memiliki dukungan besar pada pemilu 2010.
Sejak tahun lalu, Presiden Myanmar Thein Sein mencoba melakukan beberapa langkah politis untuk memperbaiki citranya. Dia membebaskan beberapa tahanan politik, memperbolehkan media asing masuk ke Myanmar, dan kembali membuka kesempatan kepada partai oposisi untuk ikut dalam proses politik.