Kritik Iran, dua lelaki Israel ditahan

Tiga tahun lalu, peta elektronik di pesawat British Airways rute London-Tel Aviv tidak mencantumkan negara Israel.

Aryo Putranto Saptohutomo
Kritik Iran, dua lelaki Israel ditahan
Pesawat British Airways, maskapai asal Inggris. (Daily Mail)

Anggota kepolisian dari Ibu Kota London (Scotland Yard), Inggris, kemarin menahan dua lelaki yang diyakini warga Israel. Mereka ditangkap dengan tuduhan berkomentar negatif mengenai Iran. Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (13/3) kedua tersangka yang berusia 28 dan 33 tahun itu ditangkap di Bandar Udara Internasional Heathrow, London. Polisi membekuk mereka dalam pesawat British Airways rute Las Vegas (Amerika Serikat) - London. Seorang sumber mengatakan kedua penumpang itu berulang kali mengganggu kenyamanan selama penerbangan. Mereka berbincang hal-hal tidak pantas soal Iran. Keduanya juga bergurau negatif tentang kemungkinan rute pesawat yang akan dilewati. Setelah mendapat laporan tentang perbuatan mereka, pilot pesawat kemudian mengontak pihak bandara. Polisi akhirnya membekuk dua pria itu setelah pesawat mendarat pada pukul tiga sore waktu setempat. Juru bicara Scotland Yard mengatakan kedua penumpang yang ditangkap itu tidak membahayakan penumpang lainnya selama penerbangan. Hingga berita ini dilansir, mereka masih ditahan. Bukan kali ini, British Airways bermasalah dengan Israel. Tiga tahun lalu, pebisnis dan warga Israel memprotes maskapai itu lantaran tidak mencantumkan nama Israel dalam peta elektoniknya. Peta tanpa negara Israel itu terdapat di rute penerbangan London - Tel Aviv. Sentimen anti-Israel di kalangan rakyat Inggris juga cukup tinggi. Ini terbukti dengan desakan dari sebuah kelompok hak asasi di negara itu yang menuntut pejabat Israel ditangkap jika melawat ke Inggris. Kampanye ini muncul setelah Perang Gaza berakhir.

Rekomendasi