Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Presiden Ukraina Desak Barat Tetapkan Zona Larangan Terbang untuk Pesawat Rusia

Presiden Ukraina Desak Barat Tetapkan Zona Larangan Terbang untuk Pesawat Rusia Presiden Ukraina ajukan permintaan gabung Uni Eropa. ©Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menyampaikan pada Senin, saatnya Barat mempertimbangkan untuk menerapkan zona larangan terbang untuk rudal, pesawat, dan helikopter Rusia sebagai respons atas penembakan yang dilakukan pasukan Rusia di kota Kharkiv.

Dalam sebuah video, Zelensky tidak secara spesifik menyampaikan bagaimana dan oleh siapa zona larangan terbang itu akan diberlakukan.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (2/3), Zelensky mengatakan Rusia telah meluncurkan serangan 56 roket dan menembakkan 113 rudal jelajah dalam lima hari terakhir sejak Rusia mulai menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu.

Dalam penembakan di kota Kharkiv, satu mahasiswa asal India dilaporkan tewas saat berusaha keluar dari bunker untuk membeli makanan.

Zelensky juga menuding Rusia melakukan kejahatan perang dan mengatakan Rusia harus diseret ke hadapan pengadilan internasional.

Dia mengatakan Rusia terus memborbardir kota-kota di Ukraina selama babak pertama negosiasi dengan pejabat Ukraina di Belarusia pada Senin.

"Saya yakin Rusia sedang berusaha menekan dengan cara yang tidak halus ini. Jangan buang-buang waktu. Kami tidak menerima taktik semacam itu. Negosiasi yang adil bisa terjadi ketika satu pihak tidak menghantam pihak lainnya dengan artileri roket saat berlangsungnya negosiasi," paparnya.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP