PM Jepang minta maaf atas skandal penjualan tanah negara melibatkan istrinya
Merdeka.com - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe hari ini kembali meminta maaf kepada khalayak dalam skandal penjualan tanah negara melibatkan istrinya.
Akibat kasus ini popularitas Abe menurun drastis dan pemerintahannya mendapat kritikan publik.
Polisi hari ini harus berjaga ketat di sekitar kantor partai pendukung Abe karena sejumlah pendemo juga menuntut Abe mundur di depan kantor yang sedang menggelar konvensi dihadiri sang perdana menteri.
Laman Straits Times melaporkan, Minggu (25/3), kasus ini menjadi krisis politik terbesar dialami Abe sejak dia menjabat Desember 2012. Istri Abe terseret isu penjualan tanah negara dengan diskon besar kepada operator sebuah sekolah.
"Masalah ini membuat publik meragukan pemerintah," ujar Abe dalam konvensi di kantor partainya. "Sebagai kepala pemerintahan saya merasa sangat bertanggung jawab dan dari sanubari terdalam saya memohon maaf kepada rakyat."
Meski sudah meminta maaf Abe tidak juga memberi sinyal akan mundur. Sebelumnya dia sudah membantah keterlibatan istrinya dalam penjualan tanah negara itu. Menteri Keungan Taro Aso juga menyangkal keterlibatan dirinya dalam kasus ini.
Survei publik pekan lalu memperlihatkan dukung terhadap kabinet Abe kian menyusut hingga angka 31 persen dengan mayoritas suara mengatakan Abe harus bertanggung jawab dalam skandal ini.
Rendahnya dukungan untuk Abe ini bisa membuat dia gagal untuk menduduki jabatan perdana menteri buat periode ketiga pada pemilu September mendatang.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya