Gempa M 5,7 Kembali Guncang NTT Rabu Malam

Gempa tersebut terjadi pukul 23.17 WIB dengan pusat gempa di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Gempa M 5,7 Kembali Guncang NTT Rabu Malam
Seorang pria memeriksa ponselnya di dekat bangunan yang runtuh akibat gempa bumi di Reok, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Minggu, 16 Agustus 2026. (Foto AP/Aquila Handayani Abbas)

Gempa magnitudo 5,7 kembali mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (19/8/2026) malam. Gempa tersebut terjadi pukul 23.17 WIB dengan pusat gempa di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada kedalaman 10 kilometer.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Getarannya dirasakan di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Nagekeo, hingga Sumba Timur dengan intensitas maksimum III-IV MMI.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan aktivitas gempa susulan masih terus berlangsung setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores.

Menurut Faisal, kondisi tersebut merupakan bagian dari proses peluruhan gempa yang diperkirakan berlangsung selama tiga hingga empat minggu.

“Karena ini gempanya cukup besar, 7,7 magnitudo, jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih tiga sampai empat minggu ke depan,” kata Faisal di Jakarta, Rabu.

Hingga Rabu pukul 17.00 WIB, BMKG mencatat 3.055 gempa susulan dengan magnitudo berkisar 1,1 hingga 6,2. Dari ribuan gempa tersebut, 88 di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

“Jumlah gempa susulan sampai dengan jam 5 sore hari ini, 19 Agustus 2026, adalah sejumlah 3.055 gempa susulan,” ujar Faisal.

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa secara waktu nyata, termasuk di wilayah terdampak dan lokasi pengungsian.

Masyarakat terdampak juga diimbau tidak kembali ke rumah atau bangunan yang mengalami kerusakan struktural dan belum dinyatakan aman. Langkah tersebut untuk mencegah risiko bangunan roboh akibat gempa susulan.

BMKG meminta masyarakat tetap tenang serta tidak mempercayai informasi kebencanaan yang tidak jelas sumbernya. Perkembangan aktivitas gempa dapat dipantau melalui aplikasi dan kanal resmi BMKG.

Rekomendasi