Peternak Ayam Temukan Fosil Kodok Raksasa Berusia 240 Juta Tahun, Panjangnya 1,2 Meter

Hewan ini hidup di Cekungan Sidney era dinosaurus.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Peternak Ayam Temukan Fosil Kodok Raksasa Berusia 240 Juta Tahun, Panjangnya 1,2 Meter
Peternak Ayam Temukan Fosil Kodok Raksasa Berusia 240 Juta Tahun, Panjangnya 1,2 Meter (Merdeka.com)

Peternak Ayam Temukan Fosil Kodok Raksasa Berusia 240 Juta Tahun, Panjangnya 1,2 Meter

Fosil hewan yang hidup di perairan air tawar Cekungan Sidney era dinosaurus berumur 240 juta tahun berhasil ditemukan. Hewan ini hidup pada periode Trias, merupakan seekor amfibi raksasa yang tumbuh hingga 1,2 meter dari kepala hingga ekor. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Oleh para ahli, hewan ini dinamai Arenaerpeton Supinatus yang berarti “penggerak pasir dalam posisi terlentang”.

Foto: Australian Museum

Sumber: Jerusalem Post

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Fosil ini ditemukan secara utuh dengan rangkaian tulang kepala dan tubuh yang masih terhubung. Ini merupakan contoh unik dari kelompok hewan punah yang dikenal sebagai Temnospondyl yang hidup sebelum dan selama masa dinosaurus. Semasa hidupnya, hewan ini memakan ikan purba seperti Cleithrolepis.

Foto: Australian Museum

Dari segi penampilan luar, Arenaerpeton sangat mirip dengan Salamender Raksasa Tiongkok modern terutama dalam bentuk kepala. Namun, dari ukuran tulang rusuk dan garis kontur jaringan lunak yang ada pada fosil ini, dapat dilihat bahwa hewan ini jauh lebih besar dari keturunannya yang masih hidup. Arenaerprton juga memiliki gigi-gigi yang cukup ganas termasuk sepasang taring yang ada di langit-langit mulutnya.

Sumber: Jerusalem Post

Penemuan Luar Biasa

Lachlan Hart, ahli paleontologi yang bekerja di Museum Australia, mengatakan dalam siaran pers bahwa fosil ini adalah penemuan yang luar biasa karena seluruh rangkaian tulangnya ditemukan dan garis-garis kulitnya masih terjaga.

Ditemukan Peternak Ayam

Kerangka makhluk mirip kadal raksasa tersebut awalnya ditemukan oleh seorang peternak ayam di sebuah tambang, kemudian disumbangkan ke Museum Australia di Sydney.

Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1990-an fosil ini masih tahap penelitian, namun saat ini fosil tersebut akhirnya secara resmi dinamai dan dikatagorikan oleh para ilmuan dari Universitas New South Wales dan Museum Australia dalam artikel akademik yang terbit pada tanggal 3 Agustus.

Sumber: Jerusalem Post

"Ini adalah salah satu fosil paling penting yang ditemukan di New South Wales dalam 30 tahun terakhir, jadi sangat menggembirakan untuk mendeskripsikannya secara resmi," kata Dr. Matthew McCurry, salah satu
penulis lainnya.

"Ini merupakan bagian kunci dari warisan fosil Australia."

Rekomendasi