Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perusahaan Saudi Aramco Dikecam Karena Tugaskan Pekerja Migran Jadi 'Hand Sanitizer'

Perusahaan Saudi Aramco Dikecam Karena Tugaskan Pekerja Migran Jadi 'Hand Sanitizer' Foto pekerja migran di perusahaan minyak Aramco yang dikecam.. ©Middle East Eye (Media sosial)

Merdeka.com - Sejumlah foto seorang pekerja migran berkeliling di selasar kantor pusat perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco dengan semacam dispenser cairan pencuci tangan (hand sanitizer) terpasang di tubuhnya viral di media sosial. Perlakuan perusahaan itu pun dikecam dan dianggap rasis dan eksploitatif.

Berdasarkan sejumlah foto yang viral pada Selasa itu, seorang pekerja pria menggunakan masker dan membawa kotak seperti dispenser yang berisi cairan pencuci tangan. Pekerja ini mendekati setiap pegawai di lobby maupun di luar kawasan gedung.

Kendati foto itu tak menjelaskan lokasi atau tempat kejadian berlangsung, dari interior salah satu bangunan menyerupai kantor Aramco di Dhahran.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa, Aramco mengatakan tindakan itu "kasar", menambahkan bahwa pihaknya hanya ingin menggarisbawahi pentingnya kebersihan tangan.

"Perusahaan langsung menghentikan tindakan ini dan mengambil sejumlah langkah agar tak terjadi lagi," jelas pernyataan itu, dikutip dari Middle East Eye, Kamis (13/3).

Sejumlah pengguna Twitter mengecam perlakukan itu sebagai perbudakan modern, sementara itu kicauan sarkas yang menjadi viral mengatakan: "Kelas Teluk, hadiah dari Aramco."

Salah seorang pengguna Twitter dengan nama akun Hisham Fageeh menulis kecaman dalam bahasa Arab. "Saya ingat sebuah kalimat dari Ghazi al-Qusibi: "hal yang tak bisa dipelajari di universitas adalah etika." Saya memohon perlindungan dari Tuhan dari eksploitasi manusia. Ini melukai hatiku."

"Orang yang bertanggung jawab atas ide semacam ini harus meminum cairan pencuci tangan untuk membersihkan dirinya."

Sejak wabah virus corona, banyak yang menyoroti isu peningkatan rasisme yang menargetkan kaum minoritas.

Arab Saudi telah berulang kali dikecam karena perlakuan terhadap pekerja asingnya.

Tahun lalu, Bangladesh mengakui bahwa pekerja perempuan dipulangkan dari negara kerajaan itu setelah mengalami pelecehan seksual dan fisik.

Aktivis dan LSM sebelumnya telah meningkatkan kesadaran tentang nasib pekerja di wilayah Teluk yang mengalami pelecehan fisik dan verbal oleh majikan mereka.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP