Perempuan Muda Ini Dikubur dengan Posisi Aneh 2000 Tahun Lalu, Ada Bekas Tusukan Paku di Kepalanya

Kerangka perempuan muda ini ditemukan di Sardinia, Italia.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Perempuan Muda Ini Dikubur dengan Posisi Aneh 2000 Tahun Lalu, Ada Bekas Tusukan Paku di Kepalanya
Perempuan Muda Ini Dikubur dengan Posisi Aneh 2000 Tahun Lalu, Ada Bekas Tusukan Paku di Kepalanya (Merdeka.com)

Perempuan muda ini diperkirakan meninggal saat berusia antara 18 dan 20 tahun.

Perempuan Muda Ini Dikubur dengan Posisi Aneh 2000 Tahun Lalu, Ada Bekas Tusukan Paku di Kepalanya

Jasad perempuan dengan posisi ganjil yaitu muka tertunduk yang ditemukan di Sardinia, Italia ini kemungkinan ada kaitannya dengan keyakinan masyarakat kuno soal epilepsi.

Menurut hasil penelitian baru dalam Journal of Archaeological Science: Reports, penguburan dengan posisi wajah tertunduk ini mengindikasikan bahwa orang tersebut menderita satu penyakit. Sedangkan lubang aneh bekas tusukan paku di tengkoraknya mungkin akibat dari proses pengobatan epilepsi yang dijalaninya agar tidak menular ke orang lain.

Menurut hasil penelitian baru dalam Journal of Archaeological Science: Reports, penguburan dengan posisi wajah tertunduk ini mengindikasikan bahwa orang tersebut menderita satu penyakit. Sedangkan lubang aneh bekas tusukan paku di tengkoraknya mungkin aki
Dok. Istimewa

Menurut kedokteran modern, epilepsi adalah penyakit yang tidak bisa ditularkan ke orang lain. Namun 2000 tahun lalu, epilepsi dianggap penyakit yang bisa menyebabkan masalah untuk seluruh masyarakat.

Menurut kedokteran modern, epilepsi adalah penyakit yang tidak bisa ditularkan ke orang lain. Namun 2000 tahun lalu, epilepsi dianggap penyakit yang bisa menyebabkan masalah untuk seluruh masyarakat.
Dok. Istimewa

"Gagasan bahwa penyakit yang menyebabkan orang di dalam makam itu meninggal bisa menjadi masalah bagi seluruh masyarakat."

Dario D'Orlando, arkeolog dan sejarawan di Universitas Cagliari, Sardinia.

Lokasi Penemuan Kerangka

Cara pemakaman aneh ini ditemukan di sebuah kuburan di Nekropolis Monte Luna, sebuah bukit yang berlokasi 30 kilometer di utara Cagliari, Sardinia selatan. Pemakaman ini pertama kali digunakan oleh orang-orang Punic setelah abad keenam SM dan tetap digunakan sampai abad kedua SM.

Nekropolis Monte Luna digali pada tahun 1970-an dan studi baru ini berdasarkan pada foto-foto kuburan dan pemeriksaan baru terhadap kerangka perempuan tersebut.

Nekropolis Monte Luna digali pada tahun 1970-an dan studi baru ini berdasarkan pada foto-foto kuburan dan pemeriksaan baru terhadap kerangka perempuan tersebut.
Dok. Istimewa

Foto: Nekropolis Monte Luna. Sumber: R. Paba via Live Science.

Kebudayaan Punic

Tembikar yang ditemukan di makam itu menyatakan dia dikubur pada akhir dekade abad ketiga SM atau dekade pertama abad kedua SM, masa ketika Sardinia, yang menjadi pusat kebudayaan Punic atau Phoenician berada di bawah kekuasaan Romawi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Analisis baru tulang panggul, gigi, dan tulang lain perempuan tersebut mengonfirmasi perkiraan sebelumnya bahwa dia meninggal ketika berusia antara 18 dan 22 tahun. Foto: R. Paba via Live Science

Hasil analisis juga menunjukkan dia mengalami cedera di otaknya saat meninggal. Salah satu temuan arkeolog adalah cedera tajam berupa lubang persegi di tengkoraknya yang konsisten dengan benturan paku Romawi kuno; paku semacam itu telah ditemukan di beberapa situs arkeologi di Sardinia.

Hasil analisis juga menunjukkan dia mengalami cedera di otaknya saat meninggal. Salah satu temuan arkeolog adalah cedera tajam berupa lubang persegi di tengkoraknya yang konsisten dengan benturan paku Romawi kuno; paku semacam itu telah ditemukan di beber
Dok. Istimewa

Foto: R. Paba via Live Science

D'Orlando mengatakan, tengkorak perempuan itu ditusuk paku setelah meninggal untuk mencegah penularan epilepsi yang dideritanya. Pengobatan epilepsi seperti itu mungkin berasal dari keyakinan Yunani kuno bahwa penyakit-penyakit tertentu disebabkan "miasma" atau udara buruk, jelas D'Orlando.

D'Orlando mengatakan, tengkorak perempuan itu ditusuk paku setelah meninggal untuk mencegah penularan epilepsi yang dideritanya.

Pengobatan epilepsi seperti itu mungkin berasal dari keyakinan Yunani kuno bahwa penyakit-penyakit tertentu disebabkan "mia
Dok. Istimewa

Foto: Paku kuno. Sumber: G. Lai via Live Science.

Rekomendasi