Peneliti Makan Daging Banteng Berusia 36.000 Tahun, Begini Rasanya
Merdeka.com - Para penambang emas di Alaska pada akhir abad ke-19 banyak menemukan mumi-mumi hewan purba yang membeku. Salah satu yang terkenal adalah mumi banteng purba yang disebut Blue Babe, ditemukan pada tahun 1979.
Hal istimewa dari mumi ini adalah kondisinya yang hampir utuh. Dikutip dari Ancient Origins, Rabu (26/4), fosil banteng ini ditemukan oleh keluarga penambang emas, Walter dan Ruth Woman beserta anak-anak mereka.
Fosil ini ditemukan saat mereka sedang menambang di dekat Fairbanks. Keluarga tersebut kemudian menginformasikan temuannya ke Universitas Alaska dan ahli paleontologi Russell Dale Guthrie dikirim ke lokasi penemuan.
Guthrie mengidentifikasi banteng itu berasal dari Zaman Es dan berusia puluhan ribu tahun. Penggalian kemudian dilakukan dan diawetkan di Universitas Alaska.
Ilmuwan di kampus tersebut kemudian melakukan analisis. Berdasarkan hasil penanggalan karbon, banteng itu diperkirakan mati sekitar 36.000 tahun lalu. Ilmuwan memperkirakan banteng ini dibunuh singa Amerika, subspesies singa Zaman Es yang telah punah yang hidup di Amerika Utara.
Salah satu hal aneh terkait fosil Blue Babe ini adalah dimasak dan dimakan para peneliti. Pada 1984, Guthrie dan rekan-rekannya sedang mempersiapkan pemajangan fosil ini. Bagian jaringan leher hewan ini dipotong dan peneliti memutuskan untuk membuat sup dengan bahan daging hewan purba ini.
Sup itu kemudian dibagi di antara para peneliti untuk dicicipi. Daging itu memiliki aroma kuat dan bau tanah, tapi enak. Walaupun daging itu cukup alot, tapi bisa dimakan.
Saat ini fosil Blue Babe dipamerkan di Museum of the North di Alaska.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya