Advertisement
Spesies hewan yang ditemukan petani ini terakhir terlihat lebih dari satu abad yang lalu.
Seorang petani di Beachport, Australia Selatan, melakukan penemuan luar biasa ketika memasang perangkap untuk menangkap predator yang berpotensi memangsa ternaknya.
Pao Ling Tsai tadinya berharap menangkap musang atau rubah, tetapi justru dia dikejutkan dengan seekor hewan yang terakhir kali terlihat di Australia Selatan lebih dari 130 tahun yang lalu.
Sumber: ABC
Hewan yang masuk dalam perangkapnya itu adalah quoll ekor tutul (Dasyurus maculatus), juga dikenal sebagai quoll harimau.
Advertisement
Foto: Pao Ling Tsai
Spesies ini dianggap sudah punah di Australia Selatan dan terancam punah di daratan utama, dengan populasi terdekat yang diketahui berada di tenggara Australia dan Queensland. Tasmania adalah rumah bagi populasi quoll berbintik ekor yang lebih besar.
Sumber: ABC
Advertisement
Tsai mengatakan, ketika ia memeriksa perangkapnya yang dipasang di kandang ayamnya pada Selasa, ia tidak tahu apa yang ia temukan.
"Saya berharap menemukan kucing, tapi malah menemukan makhluk kecil ini," katanya kepada ABC.
"Itu luar biasa. Awalnya saya tidak tahu apa itu."
Advertisement
Setelah penemuan luar biasa ini, Tsai meletakkan potongan ikan di sekitar peternakannya dan memasang kamera video semalaman pada Rabu untuk melihat apakah ia bisa mendapatkan rekaman video quoll lainnya.
Foto: Pao Ling Tsai dan ayam ternaknya (Eugene Boisvert/ABC)
"Saya yakin ada lebih banyak - ketika saya keluar pagi ini (hari Kamis), semua makanan sudah hilang," ujarnya.
"Saya telah menyerahkan video ke National Parks and Wildlife untuk melihat hewan apa yang mengambil makanan tersebut, tetapi saya pikir itu adalah quoll lain."
Sumber: ABC
Advertisement
Penjaga distrik Limestone Coast, Ross Anderson, mengatakan NPWS "terpesona" oleh kemunculan kembali hewan tersebut di negara bagian itu setelah 130 tahun.
"Ini adalah peristiwa sekali seumur hidup, sungguh," katanya.
Menurut keterangan Anderson, NPWS sedang menguji genetik pada hewan tersebut untuk mencari tahu dari mana asalnya. Mereka juga akan memasang kamera pengintai malam untuk memantau keberadaan quoll di daerah tersebut.
"Kami telah memasang perangkap lebih banyak dan kami berharap bisa melihat apakah kami bisa menangkap atau merekam lebih banyak dari mereka," tambahnya.
Quoll ekor tutul dianggap sudah punah di wilayah ini selama lebih dari 100 tahun. penemuan ini memberikan harapan akan kemungkinan populasi lain yang masih bertahan.
"Ada beberapa catatan lisan dan anekdotal pada tahun 1970-an dan 1980-an tentang pengamatan lokal, tetapi catatan resmi terakhir tentang quoll ekor tutul ini berasal dari tahun 1880-an," kata Anderson.
“Selama lebih dari 100 tahun, tidak ada bukti dokumen atau foto resmi tentang keberadaan mereka di sini."
Seorang penjaga hutan menyampaikan, spesies ini terakhir tercatat di hutan Mount Burr, dan di dekat Robe.
Awalnya, pihak NPWS kebingungan dengan apa yang mereka lakukan dengan quoll yang ditangkap oleh Tsai itu. Tetapi, akhirnya mereka memutuskan untuk melepaskan quoll kembali ke habitatnya.
Quoll ekor tutul memangsa kanguru, walabi kecil, possum, burung, reptil, katak, dan invertebrata. Hewan ini tergolong nokturnal karena suka berburu pada malam hari dan sulit ditemukan.
Meskipun quoll cenderung berburu di tanah, mereka adalah pendaki yang sangat lincah dan bisa menempuh jarak jauh, hingga 15 kilometer persegi.
Populasi mereka sangat terancam punah, dengan perkiraan kurang dari 5.000 ekor tersisa di seluruh dunia. Penemuan ini menjadi bukti penting akan kebutuhan untuk perlindungan dan pemulihan spesies-spesies langka di alam liar.
Advertisement