Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Misteri Mencekam Dua Gigi Banteng Manusia Ditemukan dalam "Gua Kegelapan"

Misteri Mencekam Dua Gigi Banteng Manusia Ditemukan dalam Foto gigi yang ditemukan di Gua Ghar Dalam, Malta. ©Giuseppe Despott / Sir Arthur Keith

Merdeka.com - Dua ribu tahun sebelum Piramida dan Stonehange dibangun, ada bukti adanya manusia purba di "Gua Kegelapan", Ghar Dalam di Malta.

Gua ini menjadi bukti manusia yang pertama kali menginjakkan kaki di kepulauan tersebut. Saat itu, pulau itu masih menjadi satu, pada tahun 5200 SM, atau lebih dari 7.000 tahun lalu.

Dikutip dari Ancient Origins, Rabu (26/4), gua tersebut memiliki panjang 145 meter. Urutan sisa-sisa hewan yang ada di gua tersebut terbentang sejauh 130.000 tahun.

Namun, yang paling menakjubkan, banyak sisa-sisa yang ditemukan adalah varietas kerdil. Ada gajah kerdil dan kuda nil kerdil. Lapisan yang lebih baru mengandung sejumlah besar rusa merah kerdil, beruang coklat kecil, rubah dan serigala.

Pada 1917, arkeolog Giuseppe Despott menemukan dua gigi banteng manusia atau molar taurodont. Sir Arthur Keith dari British Musem mengklaim gigi tersebut milik manusia Neanderthal, jelas John J Borg, peneliti dari Heritage Malta.

Namun pada 1960-an, dokter gigi di Malta menggali dua gigi geraham dari seorang pria kontemporer Malta dan klaim bahwa gigi tersebut milik manusia Neanderthal terbantahkan.

Setelah itu, ada penanggalan karbon yang dilakukan di British Museum oleh Sir Kenneth Oakley, dan hasilnya menunjukkan gigi aslinya tidak lebih tua dari periode Neolitikum.

"Namun, pada 1990-an ada dua dokter medis Malta yang menyatakan bahwa ada yang mempermainkan hasilnya. Oleh karena itu, misterinya tetap ada," jelas John.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP