Astronot NASA, Frank Rubio, baru-baru ini menceritakan cerita tentang "dua tomat liar" yang hilang di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) hampir setahun yang lalu. Tomat tersebut, atau lebih tepatnya sisa-sisa tomat itu, kini telah ditemukan oleh kru ISS. Ini akhirnya membuktikan bahwa Rubio tidak pernah mengkonsumsi tomat tersebut selama misinya di ISS.
Sumber: Live Mint
Rubio secara tidak sengaja kehilangan buah tersebut saat panen untuk eksperimen eXposed Root On-Orbit Test System (XROOTS), suatu eksperimen tanaman tanpa tanah. Eksperimen ini dilakukan di stasiun luar angkasa pada tahun 2022 selama misi rekornya selama 371 hari.
Advertisement
Foto: NASA
Dalam wawancara pada Oktober lalu, Rubio mengungkapkan saat kehilangan tomat-tomat itu, dia dituduh telah memakannya.
Mengingat kejadian itu, Rubio berkata, "Saya memasukkan tomat itu ke dalam tas kecil, dan salah satu rekan kru saya sedang melakukan sebuah acara dengan beberapa anak sekolah, dan saya pikir akan sangat keren untuk menunjukkan kepada anak-anak, 'Hai teman-teman, ini adalah tomat pertama yang dipanen di luar angkasa.'"
Dia memperkirakan menghabiskan antara 8 dan 20 jam untuk mencari buah yang hilang tersebut.
"Saya ingin menemukannya sebagian besar sehingga saya bisa membuktikan, 'Saya tidak makan tomat,'" katanya, menjelaskan bahwa dia tidak pernah menemukannya.
Foto: NASA
Advertisement
"Momen bangga memanen tomat pertama di luar angkasa menjadi luka yang ditimbulkan sendiri karena kehilangan tomat pertama di luar angkasa," katanya.
Beberapa bulan setelah Rubio kembali ke Bumi, anggota kru Ekspedisi 70 akhirnya mengungkap misteri tersebut. Hampir setahun setelah tomat itu menghilang, mereka ditemukan mengering dan sedikit remuk. NASA menyatakan bahwa selain perubahan warna, tidak ada tanda pertumbuhan mikroba atau jamur.
Dalam pengumuman berita tersebut, kru ISS bercanda bahwa Rubio memang tidak memakannya seperti yang mereka duga.
Tomat-tomat yang ditemukan dari eksperimen XROOTS tidak akan kembali ke Bumi untuk dianalisis karena akhirnya dibuang oleh kru ISS.
Menanam makanan di ISS menjadi salah satu penelitian penting untuk misi luar angkasa jangka panjang ke Bulan dan Mars, menurut NASA.
Advertisement
Selain keberlanjutan dan penyediaan makanan di masa depan, menanam tanaman di luar angkasa juga memberikan manfaat psikologis bagi astronot, meningkatkan kualitas hidup dan semangat mereka.
"Penelitian di atas stasiun luar angkasa memajukan teknologi dan pengetahuan ilmiah yang dibutuhkan untuk berhasil menanam tanaman di luar angkasa dan membantu manusia mendorong batas-batas perjalanan luar angkasa. Pekerjaan ini juga membantu upaya untuk meningkatkan tanaman yang ditanam untuk makanan dan penggunaan penting lainnya di Bumi," jelas NASA.