Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengapa Kita Menggigil Saat Kedinginan? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Kita Menggigil Saat Kedinginan? Ini Penjelasan Sains Ilustrasi kedinginan. ©Shutterstock/milaphotos

Merdeka.com - Saat dingin, badan manusia biasanya menggigil serta gigi juga menimbulkan suara gemeretak. Apa penyebab dari gerakan ini?

Dilansir dari Live Science, saat dingin, saraf refleks menghasilkan panas untuk menjaga tubuh agar tetap hangat.

Dokter di Rumah Sakit Lenox Hill Kota News York, Robert Glatter, menjelaskan, tubuh harus menjaga suhunya pada 37 derajat celcius (98,6 Fahreinheit). Hal ini untuk mencegah hipotermia.

Menurut Klinik Cleveland, saat permukaan kulit menjadi terlalu dingin, maka lapisan di kulit akan mengirimkan sinyal ke hipotalamus (bagian otak yang mengeluarkan hormon). Tujuannya adalah menjaga keseimbangan tubuh dalam keadaan stabil (homeostasis).

Hipotalamus membantu mengontrol suhu tubuh, tekanan darah, rasa lapar, haus, suasana hati, dan tidur.

Peneliti Universitas Kesehatan dan Sains Oregon mengatakan cara hipotalamus menghangatkan badan adalah dengan membuat badan bergetar (menggigil). Selama menggigil, otot rangka tubuh berulang kali tegang dan rileks secara cepat.

"Kontraksi ini tidak hanya membuat anggota tubuh Anda gemetar , tetapi juga menyebabkan otot rahang Anda berkedut. Membuat gigi Anda gemeretak," ujar Glatter.

Kontraksi otot mengeluarkan energi kimia. Energi ini sebagian diubah menjadi gerak dan sebagian lagi diubah sebagai panas. Inilah alasan dari proses menggigil.

Reporter magang: Yobel Nathania

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP