Laporan UNICEF: Boko Haram culik lebih dari 1.000 anak

Senin, 16 April 2018 20:47 Reporter : Merdeka
Boko Haram. ©AFP PHOTO/BOKO HARAM

Merdeka.com - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan anak-anak UNICEF Jumat lalu merilis laporan terbaru yang menyebut kelompok ekstremis Boko Haram di Nigeria telah menculik lebih dari 1.000 anak sejak 2013.

Catatan itu juga menandai peringatan empat tahun penculikan 276 gadis remaja dari sebuah sekolah asrama di kota Chibok. Beberapa siswi tersebut berhasil melarikan diri, namun masih ada lebih dari 100 orang lainnya belum kembali ke keluarga mereka.

"Peringatan empat tahun penculikan Chibok mengingatkan kita, bahwa anak-anak di timur laut Nigeria masih rawan terhadap serangan kelompok esktremis," ujar Mohamed Malick Fall, perwakilan UNICEF di Nigeria, sebagaimana dikutip dari ABC News, Minggu (15/4).

Sejak pertama kali melancarkan pemberontakan pada sembilan tahun silam, menurut UNICEF, Boko Haram telah menewaskan setidaknya 2.295 orang guru, serta menghancurkan lebih dari 1.400 sekolah.

Sebagian sekolah yang hancur tersebut belum bisa kembali dibuka hingga saat ini, karena kerusakan yang parah dan ketidakpastian keamanan di wilayah itu.

Bahkan, baru-baru ini, Boko Haram disebut telah menculik 110 siswi dari sebuah sekolah asrama di timur Kota Dapchi pada tengah malam di pertengahan Februari lalu.

Lebih dari satu bulan kemudian, berkat bantuan negara-negara sahabat, pemerintah Nigeria berhasil membebaskan 104 sisiwi yang diculik.

Salah seorang siswi penculikan Dapchi, Liya Sharibu, tidak dibebaskan karena disebut menolak perintah untuk berpindah agama.

"Sharibu adalah satu-satunya siswi yang masih ditahan, dan kami berjanji segera membebaskannya," ujar Presiden Nigeria Muhammadu Buhari.

Sementara itu, lima siswi Dapchi lainnya yang masih belum ditemukan, telah diyakini tewas di tangan Boko Haram.

Menurut Menteri Informasi dan Kebudayaan Nigeria, Segun Adeyemi, aksi teror yang dilakukan kelompok Boko Haram sebagian besar dilakukan dalam gerakan sistematis. Mereka menculik ribuan anak perempuan dan laki-laki, dan memaksanya masuk ke dalam barisan ekstremis.

Boko Haram -- yang diterjemahkan secara bebas menjadi "pendidikan barat dilarang" -- berkeinginan mendirikan negara Islam di timur laut Nigeria.

Namun, teror mereka telah menyebar ke luar Nigeria, melintasi perbatasan pegunungan ke wilayah-wilayah yang mengitari Danau Chad, seperti Niger, Chad, dan Kamerun.

"Serangan teror berulang-ulang terhadap anak-anak di sekolah, sangatlah tidak masuk akal," kata Mohamed Malick Fall, perwakilan UNICEF di Nigeria.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini