Kuba Mulai Ekspor Vaksin Covid-19 Buatan Dalam Negeri ke Vietnam dan Venezuela

Kamis, 30 September 2021 13:21 Reporter : Merdeka
Kuba Mulai Ekspor Vaksin Covid-19 Buatan Dalam Negeri ke Vietnam dan Venezuela vaksin abdala. ©Manaure Quintero/Reuters

Merdeka.com - Kuba memulai ekspor komersial vaksin COVID-19 buatannya sendiri dengan mengirimkan vaksin Abdala ke Vietnam dan Venezuela.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengumumkan kedatangan vaksin dalam negeri itu di Vietnam melalui akun Twitternya pada hari Minggu. Situs berita resmi Cubadebate menjelaskan pengiriman tersebut termasuk 900.000 dosis yang dibeli oleh Hanoi dan 150.000 lainnya disumbangkan oleh Kuba.

Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc mengunjungi Kuba minggu lalu dan mengunjungi laboratorium yang memproduksi vaksin, mengumumkan kesepakatan untuk membeli setidaknya lima juta dosis. Sebagai dua dari lima negara komunis terakhir di dunia, Kuba dan Vietnam telah mempertahankan hubungan cukup lama.

Pusat Imunologi dan Bioteknologi Genetik Kuba juga mengumumkan pengiriman awal suntikan Abdala ke Venezuela selama akhir pekan.

Dilansir dari laman Aljazeera, Kamis (30/9), Wakil Presiden Kuba Delcy Rodriguez mengumumkan pada bulan Juni bahwa Venezuela telah setuju untuk membeli vaksin Kuba senilai USD 12 juta (sekitar Rp. 171 triliun), meskipun para pejabat menolak untuk mengatakan jumlah dosis yang dipesan.

Vaksin COVID-19 lain yang dikembangkan Kuba saat ini sedang diproduksi di Iran.

Kuba berharap dapat memperluas ekspor vaksin dan pekan lalu negara itu mengajukan permohonan ke WHO untuk menyetujuinya sebagai syarat yang dibutuhkan sebelum mengimpor vaksin.

Ilmuwan Kuba mengatakan vaksin itu lebih dari 90 persen efektif melawan COVID-19.

Namun, Senin lalu Akademi Kedokteran Nasional Venezuela menyatakan "keprihatinan mendalam" karena vaksin buatan Kuba itu sudah diberikan kepada rakyat Venezuela meski kurangnya penelitian tentang keamanan dan kemanjuran dari vaksin tersebut.

Kuba menargetkan vaksinasi kepada 90 persen populasinya di akhir November. Langkah ini penting untuk membuka kembali ekonomi yang sangat bergantung pada pariwisata.

Direktur Epidemiologi Kuba, Francisco Duran Senin lalu mengatakan, negara berpenduduk sekitar 11 juta jiwa itu sudah mencatat 860.799 kasus Covid-19 dan 7.279 kematian selama pandemi.

Pada pertengahan bulan ini, Kuba meluncurkan kampanye vaksinasi untuk anak-anak berusia antara dua sampai 10 tahun. Dengan langkah itu Kuba menjadi salah satu negara pertama yang menyetujui vaksin untuk kelompok usia tersebut.

Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma [pan]

Baca juga:
India Laporkan Kasus Covid-19 Harian dan Kematian Terendah Sejak Maret
Rusia Laporkan Kasus Kematian Tertinggi Covid-19 dalam Sehari
Pfizer Mulai Studi Obat Oral untuk Mencegah Covid-19
Rumah Sakit New York Pecat Pegawai yang Menolak Divaksin Covid-19
Korea Selatan akan Mulai Vaksinasi Anak 12-17 Tahun
Dirawat di ICU, Pasien Covid-19 di Turki Menyesal Tidak Divaksin Tepat Waktu

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini