Kritik Kerajaan Soal Pelanggaran HAM, Dosen Hukum Ditangkap Otoritas Saudi

Jumat, 29 Maret 2019 17:00 Reporter : Ira Astiana
Kritik Kerajaan Soal Pelanggaran HAM, Dosen Hukum Ditangkap Otoritas Saudi kalimat syahadat dalam bendera Arab Saudi. ©nytimes

Merdeka.com - Otoritas Arab Saudi menangkap seorang profesor fakultas hukum yang mengajar di Universitas King Saud, Riyadh, beberapa jam setelah dia mengkritik catatan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pihak kerajaan.

Anas al-Mazrouee dengan lantang mengecam penangkapan dan penahanan dilakukan pihak Saudi terhadap para pejuang hak perempuan dan aktivis HAM lainnya. Selain itu, dia juga mengkritik tindakan keras pihak kerajaan terhadap perbedaan pendapat. Semua itu diungkapkannya saat berbicara dalam acara Pameran Buku Internasional di Riyadh.

"Profesor itu ditangkap tak lama setelah berpidato di pameran," kata Abdullah al-Ouda, putra ulama Saudi Salman al-Ouda yang telah ditahan oleh otoritas sejak 2017 lalu, dikutip dari Middle East Eye, Jumat (29/3).

Berita penangkapan Mazrouee langsung beredar di media sosial, setelah video pidatonya sebelum ditangkap menjadi viral.

Arab Saudi dikenal sebagai negara yang keras dalam menyikapi kritikan dari rakyatnya. Tindakan ini telah mengundang kecaman dunia yang menyebut Saudi melakukan pelanggaran HAM, terlebih sejak terjadinya pembunuhan terhadap wartawan Jamal Khashoggi di kantor konsulat Istanbul, Turki. [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini