Kemlu Serahkan Nelayan WNI Korban Sandera Abu Sayyaf ke Keluarga
Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi hari ini menyerahkan nelayan warga negara Indonesia Muhammad Farhan kepada keluarganya setelah dibebaskan dari penyanderaan kelompok bersenjata Abu Sayyaf.
Dua sandera lainnya, Maharudin bin Lunani dan Samiun bin Maneu, dapat berhasil dipulangkan terlebih dahulu pada Desember lalu.
Selain Menlu Retno acara serah terima ini dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Filipina Dr. Sinyo Sarundajang serta keluarga yang siap menerima kepulangan Farhan kembali.
"Dengan mengucap syukur Alhamdullilah, pada pagi hari ini kita diberi kesempatan untuk menyerahkan saudara kita Muhammad Farhan kepada keluarga. Farhan adalah salah satu dari tiga sandera yang dua diantaranya termasuk Bapak dari Saudara Farhan sudah dapat dibebaskan terlebih dahulu," ujar Menlu Retno sambil mengantar Muhammad Farhan kembali ke keluarga.
Menlu Retno juga menyampaikan bahwa kepulangan Farhan merupakan hasil kerja sama internal antara pihak pemerintah Indonesia bersama dengan otoritas Filipina.
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPihak keluarga Farhan tentu merasa bahagia sekaligus lega karena kini mereka tak lagi ketar-ketir tentang nasib dua anggota keluarga mereka yang menjadi korban sanderaan.
"Kami mewakili keluarga dari Muhammad Farhan mengucapkan puji syukur kepada Allah yang maha kuasa. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia terutama Ibu Menteri Luar Negeri atas kembalinya adik saya Farhan akhirnya kembali bersama keluarga," ujar Sri Wahyuni, selaku kakak dari Muhammad Farhan.
Walaupun hari ini menjadi hari yang melegakan bagi keluarga Farhan, namun 5 WNI yang juga merupakan ABK lainnya kembali menjadi korban sanderaan oleh kelompok yang sama. Maka dari itu, Menlu Retno mengatakan bahwa kejadian ini sebagai salah satu hal yang sangat diperhatikan karena bukan yang pertama kali terjadi, bahkan sudah berulang kali.
Lantaran jadi satu kekhawatiran sendiri bagi pemerintah, maka Kementerian Luar Negeri telah memanggil Duta Besar Malaysia untuk Indonesia dan Kuasa Usaha Sementara Kedutaan Besar Filipina di Jakarta. Pertemuan tersebut mendiskusikan 5 WNI yang kini menjadi korban sanderaan terbaru.
RI Minta Malaysia Tingkatkan Keamanan Perairan
Jika dihitung WNI yang pernah menjadi korban sanderaan, jumlahnya mencapai 44. Perlu diperhatikan juga bahwa hampir semua kejadian tersebut berlokasi di Perairan Sabah.
Melihat pola yang sama terus terjadi, Menlu Retno menegaskan kepada pihak otoritas Malaysia untuk ikut bekerja sama dan berjaga-jaga agar hal serupa tidak lagi terjadi.
"Oleh karena itu, kita mohonkan perhatian kepada pemerintah Malaysia untuk meningkatkan keamanan di perairan yang menjadi wilayah mereka. Karena, kita sudah ada kerja sama trilateral antara Indonesia, Malaysia dan Filipina," tegas Menlu Retno.
Kerja sama trilateral telah disetujui oleh ketiga negara untuk tetap dan selalu berkomitmen menjaga wilayah perairan negara masing-masing. Dengan itu, pemerintah Indonesia berharap agar otoritas Malaysia bisa melakukan usaha penjagaan dan pengawasan secara maksimal.
Reporter: Benedikta Miranti Tri Verdiana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya