Keluar dari Suriah, AS Janji Tetap Lindungi Milisi Kurdi dari Serangan Turki

Minggu, 13 Januari 2019 16:40 Reporter : Tim Merdeka
Keluar dari Suriah, AS Janji Tetap Lindungi Milisi Kurdi dari Serangan Turki Pasukan Peshmerga wanita Kurdi. ©2018 AFP PHOTO/SAFIN HAMED

Merdeka.com - Amerika Serikat mengaku berkomitmen untuk melindungi para milisi Kurdi yang merupakan sekutu mereka di Suriah setelah pasukan AS keluar dari negara tersebut. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo optimis dapat mencapai kesepakatan dengan Turki untuk melindungi para milisi Kurdi.

Pasukan AS di Suriah utara telah berperang bersama milisi Kurdi melawan militan ISIS. Sementara Turki menganggap Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) sebagai kelompok teroris dan telah berjanji untuk menghancurkannya.

Pompeo mengadakan tur ke Timur Tengah untuk mencoba meyakinkan sekutu setelah pengumuman mendadak Presiden Donald Trump bulan lalu bahwa pasukan AS akan mundur dari Suriah.

Berbicara dengan wartawan di Abu Dhabi, Pompeo mengatakan AS mengakui "hak rakyat Turki dan hak Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mempertahankan negara mereka dari teroris".

"Kami juga tahu bahwa mereka yang bertarung bersama kami selama ini layak dilindungi juga," kata Pompeo mereferensi 'mereka' sebagai kelompok Kurdi di Suriah, demikian seperti dikutip dari BBC, Minggu (13/1).

Pompeo mengatakan dia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, menambahkan: "Banyak detail masih harus diselesaikan tetapi saya optimis bahwa kita dapat mencapai hasil yang baik."

Erdogan Marah

Pekan lalu, Presiden Erdogan dengan marah menolak seruan dari Penasihat Kepresidenan Bidang Keamanan Nasional AS John Bolton agar pejuang Kurdi dilindungi. Dia mengatakan pernyataan seperti itu "tidak dapat diterima".

Erdogan mengatakan kepada anggota parlemen dari Partai Justice and Development Party yang memerintah bahwa AS tidak tahu tentang berbagai kelompok Kurdi itu, menambahkan: "Jika AS menilai mereka sebagai 'saudara' maka mereka berada dalam khayalan yang serius."

Bolton sedang berkunjung ke Ankara untuk mencari jaminan atas para pejuang Kurdi, tetapi Presiden Erdogan menolak untuk bertemu dengannya.

Turki menganggap YPG sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang di Turki, yang telah memperjuangkan otonomi Kurdi di Turki selama tiga dekade. Namun YPG di Suriah menyangkal adanya hubungan organisasi langsung dengan PKK.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini