Kapak Perunggu dari Masa 1.700 SM Ditemukan di Bawah Rumput, Fungsinya Ternyata Bukan untuk Memotong

Kapak Perunggu dari Masa 1.700 SM Ditemukan di Bawah Rumput, Fungsinya Ternyata Bukan untuk Memotong

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Kapak Perunggu dari Masa 1.700 SM Ditemukan di Bawah Rumput, Fungsinya Ternyata Bukan untuk Memotong
kapak perunggu kuno (Stargard Forest District)

Arkeolog menemukan lima kapak dari Zaman Perunggu di Distrik Hutan Starogard, Kociewie, Polandia, seperti yang diumumkan oleh Konservator Monumen Provinsi Pomerania.

Temuan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang penggemar sejarah bernama Denis Konkol, yang kemudian memberitahu pihak berwenang setempat. Di Polandia, dilarang melakukan pencarian artefak dengan detektor logam, baik untuk penggunaan komersial atau pribadi kecuali mendapat izin, dan semua temuan harus dilaporkan dan menjadi milik negara.

Dok. Istimewa
Nadleśnictwo Stargard

Setelah melakukan pemeriksaan di lokasi penemuan, arkeolog menemukan kelima kapak tersebut dalam radius beberapa puluh meter, terkubur pada kedalaman 20 hingga 30 sentimeter di bawah lapisan rumput dan humus.

Igor Strzok, Konservator Monumen Provinsi Pomerania, menyatakan “Pengambilan temuan ini dilakukan di bawah pengawasan arkeologi rekan-rekan kami dari Kantor Perlindungan Monumen Provinsi. Artinya, kami mencegah kemungkinan kerusakan situs  tersebut.”

Kelima kapak tersebut berasal dari periode 1700 dan 1300 SM dan kemungkinan merupakan penimbunan ritual yang bersifat pemujaan.

Dok. Istimewa
Nadleśnictwo Stargard

 Meskipun demikian, arkeolog tidak menutup kemungkinan kapak-kapak tersebut juga dapat terkait dengan kegiatan perdagangan.

Menurut pengumuman itu, benda-benda tersebut adalah kapak jenis tautusiai yang terkait dengan budaya Baltik dari Lithuania atau Polandia timur laut saat ini. Kapak berukuran besar ini memiliki pegangan ramping dengan tepi terangkat dan bilah lebar.



Penggalian sebelumnya terhadap situs-situs Zaman Perunggu di wilayah tersebut umumnya menemukan gelang atau pelindung dada, sedangkan penggalian senjata atau peralatan Zaman Perunggu yang terbaru terjadi pada 20 tahun lalu. Padahal di wilaya itu jarang terjadi penemuan serupa.

Kapak-kapak tersebut dijadwalkan akan diangkut ke Museum Arkeologi di Gdansk agar para ahli bisa memeriksanya lebih lanjut.

Rekomendasi