Jepang Siapkan Perawatan Medis Untuk Warga Palestina yang Terluka Akibat Perang Genosida Israel di Gaza

Untuk pertama kalinya, Jepang akan memberikan perawatan medis kepada dua warga Palestina yang terluka dari Jalur Gaza.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Jepang Siapkan Perawatan Medis Untuk Warga Palestina yang Terluka Akibat Perang Genosida Israel di Gaza
Jepang Siapkan Perawatan Medis Untuk Warga Palestina yang Terluka Akibat Perang Genosida Israel di Gaza (Merdeka.com)

Jepang, untuk pertama kalinya, akan memberikan perawatan medis kepada warga Palestina yang terluka dari Jalur Gaza, yang merupakan korban perang genosida Israel. Dua perempuan Palestina yang sebelumnya dirawat di rumah sakit Mesir, tiba di Jepang pada Rabu (26/3) untuk mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Pusat Pasukan Bela Diri di Tokyo, menurut laporan Kyodo News.

Rencana evakuasi dan perawatan ini merupakan hasil koordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah Mesir, seperti dikutip dari TRT World, Sabtu (29/3). Hal ini menunjukkan komitmen nyata Jepang dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina yang tengah menderita.

Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, telah mengkonfirmasi rencana ini, menyatakan pemerintah Jepang sedang mencari cara untuk memberikan bantuan medis kepada warga Palestina, termasuk kemungkinan program pendidikan.

"Kami tengah berupaya untuk menerima orang-orang di Jepang yang jatuh sakit atau terluka di Gaza," kata Ishiba dalam sidang parlemen.

Ishiba menambahkan, Tokyo juga tengah mengembangkan inisiatif khusus untuk mendukung mahasiswa Palestina di universitas-universitas Jepang. Negara ini juga berencana ikut berperan aktif dalam upaya rekonstruksi jangka menengah dan panjang di Gaza. Sebelumnya, saat kunjungan ke Malaysia pada Januari, PM Ishiba telah menyatakan dukungan Jepang terhadap pembangunan kembali Palestina. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan rencana pembentukan dana bersama antara Jepang dan Malaysia yang diusulkan oleh PM Malaysia, Anwar Ibrahim. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun kembali infrastruktur penting di Gaza, seperti rumah sakit, sekolah, dan masjid yang hancur akibat konflik.

Perang genosida Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 telah membunuh lebih dari 50.000 warga Palestina di Gaza, melukai sekitar 100.000 lainnya, menurut data Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza. Kebrutalan negara penjajah tersebut masih berlanjut sampai saat ini setelah membatalkan gencatan senjata pada 18 Maret lalu. Sejak 18 Maret, Israel telah membunuh ratusan warga Palestina di Gaza, termasuk sekitar 200 anak-anak dan bayi.

Rekomendasi