Jembatan di Lokasi Pembangunan Jalan Tol di Korsel Tiba-Tiba Ambruk, Dua Orang Tewas
Sejumlah orang juga dilaporkan terluka dalam insiden ini.
Sebuah tragedi terjadi di Korea Selatan ketika sebuah jembatan yang sedang dibangun di lokasi konstruksi jalan tol di Anseong ambruk pada Selasa (25/2). Kejadian ini mengakibatkan dua orang tewas, tujuh lainnya mengalami luka berat, dan satu orang dinyatakan hilang. Insiden ini terjadi sekitar pukul 09.50 waktu setempat, saat aktivitas konstruksi berlangsung di bagian jalan tol Seoul-Sejong.
Presiden sementara Korea Selatan, Choi Sang-mok, segera memerintahkan pengerahan seluruh sumber daya untuk mendukung operasi penyelamatan.
"Kami akan mengerahkan seluruh sumber daya dan personel yang tersedia untuk memastikan bahwa semua upaya dilakukan demi menyelamatkan nyawa," jelasnya.
Sementara itu, pihak pemadam kebakaran awalnya melaporkan tiga korban tewas, tetapi kemudian memperbaiki angka tersebut menjadi dua setelah melakukan verifikasi lebih lanjut, seperti dilansir berbagai sumber. Satu orang masih terjebak di bawah reruntuhan, dan upaya pencarian yang intensif sedang dilakukan.
Pihak berwenang segera mengerahkan tim penyelamat untuk mencari korban yang hilang. Badan Pemadam Kebakaran Nasional mengirimkan petugas ke lokasi untuk membantu dalam operasi penyelamatan. Hyundai Engineering, sebagai kontraktor proyek, juga berkomitmen untuk mendukung upaya penyelamatan dan memastikan bahwa semua karyawan di lokasi teridentifikasi dengan baik.
Insiden Paling Mematikan
Insiden ini tidak hanya menyoroti masalah keamanan di sektor konstruksi, tetapi juga mengingatkan masyarakat akan tragedi serupa yang pernah terjadi di Korea Selatan sebelumnya, seperti runtuhnya Jembatan Seongsu di Seoul pada tahun 1994 yang menewaskan 32 orang. Kecelakaan ini menimbulkan keprihatinan mendalam mengenai keselamatan infrastruktur di negara tersebut.
Jembatan Seongsu, yang ambruk pada 21 Oktober 1994, merupakan salah satu insiden paling mematikan dalam sejarah Korea Selatan. Kejadian ini terjadi pada pukul 07.38 pagi dan disebabkan oleh penghematan biaya serta penggunaan logam yang berkarat dalam konstruksi. Insiden ini menewaskan 32 orang dan melukai 17 lainnya, menjadi pengingat akan pentingnya kualitas material dalam pembangunan infrastruktur.
Selain jembatan, Korea Selatan juga telah mengalami beberapa insiden runtuhnya bangunan lain yang menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap keselamatan infrastruktur. Misalnya, runtuhnya Toko Serba Ada Sampoong pada tahun 1995 dan sebuah gedung di Gwangju pada tahun 2021. Meskipun bukan jembatan, insiden-insiden ini menggambarkan catatan buruk yang perlu diperbaiki dalam hal keamanan infrastruktur.
Sejak terjadinya insiden-insiden tersebut, pemerintah Korea Selatan telah berupaya untuk meningkatkan standar keselamatan infrastruktur. Hal ini termasuk pengetatan regulasi, inspeksi rutin, dan peningkatan pelatihan bagi pekerja di sektor konstruksi. Namun, insiden terbaru di Anseong menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan keselamatan publik.