Jelang Ramadan, Pakistan Cabut Larangan Salat Berjemaah di Masjid

Senin, 20 April 2020 10:34 Reporter : Hari Ariyanti
Jelang Ramadan, Pakistan Cabut Larangan Salat Berjemaah di Masjid Iktikaf muslim Pakistan. ©AFP PHOTO

Merdeka.com - Pakistan mencabut larangan salat berjemaah di masjid dan memberlakukan kondisi keamanan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut virus corona di negara itu, kata sebuah pernyataan, Sabtu.

Negara di Asia Selatan itu, dengan populasi muslim kedua terbesar di dunia, memberlakukan larangan itu sebulan yang lalu, hanya mengizinkan tiga sampai lima orang salat berjemaah di masjid.

Keputusan untuk mencabut larangan ini diambil dalam rapat antara Presiden Pakistan Arif Alvi dan pemuka agama, diputuskan sepekan sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

"Masjid-masjid diberikan izin bersyarat, dengan melakukan tindakan pencegahan," kata sebuah pernyataan setelah pertemuan itu, menambahkan wajib bagi jemaah memakai masker, dilansir dari Alarabiya, Senin (20/4).

Pakistan mencatat 7.638 kasus virus corona dan 143 kematian. Pakar kesehatan memperingatkan jemaah dapat menimbulkan ancaman terbesar terhadap infrastruktur kesehatan terbatas di negara berpenduduk lebih dari 200 juta orang itu.

1 dari 1 halaman

Menurut pernyataan tersebut juga diputuskan jemaah harus menjaga jarak sekitar 2 meter satu sama lain dan pengurus akan rutin menyemprot masjid dengan disinfektan.

Pemerintah ditekan mencabut larangan salat berjemaah, dan bentrokan antara jemaah masjid dan polisi dilaporkan pecah di Karachi, kota terbesar di negara itu.

Awal pekan ini, ulama terkemuka mengancam melanggar larangan tersebut, mengatakan salat adalah hal mendasar bagi Muslim dan harus diizinkan sepanjang pedoman keselamatan dilaksanakan.

Sementara pemerintah telah mencabut larangan, pernyataan itu memperingatkan bahwa mereka memiliki hak mengkaji kembali larangan jika pedoman keselamatan dilanggar.

Perdana Menteri Imran Khan pada Selasa mengumumkan perpanjangan karantina wilayah (lockdown) selama 14 hari di seluruh negeri, tapi mengurangi pembatasan pada industri-industri penting untuk menghadapi guncangan ekonomi karena IMF dan Bank Dunia memprediksi ekonomi negara itu akan memburuk.

Khan mengatakan dalam sebuah pidato di televisi pada Sabtu, puncak penyebaran virus di Pakistan diprediksi pada pertengahan Mei. [pan]

Baca juga:
Pandemi Corona, Gubernur New York Izinkan Warga Menikah Lewat Aplikasi Zoom
Ilmuwan Jerman Ingatkan Jika Lockdown Dicabut Akhir April, Kasus Covid-19 Melambung
Ratusan Orang di AS Unjuk Rasa Tolak Perpanjangan Aturan
Kembali Dibuka, Ratusan Warga AS Serbu Pantai di Tengah Pandemi
Donald Trump Sebut China Harus Mendapat Konsekuensi Atas Pandemi Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini