Militer Korea Selatan menginformasikan bahwa pada hari Rabu (22/10), Korea Utara telah meluncurkan rudal balistik ke arah Laut Timur. Sementara itu, pemerintah Jepang menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda rudal tersebut jatuh di wilayah perairan mereka.
Korea Selatan melaporkan bahwa mereka mendeteksi beberapa proyektil yang diduga merupakan rudal balistik jarak pendek pada pagi hari, yang menandai peluncuran pertama sejak Presiden Lee Jae Myung mulai menjabat pada bulan Juni. Peluncuran ini adalah yang pertama dari Korea Utara sejak bulan Mei dan terjadi setelah Pyongyang memperkenalkan rudal balistik antarbenua baru dalam parade militer besar-besaran awal bulan ini.
Peristiwa ini berlangsung menjelang kunjungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ke Korea Selatan minggu depan untuk menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC). Militer Korea Selatan memastikan bahwa mereka tengah menganalisis peluncuran rudal tersebut, seperti yang dilaporkan oleh Kyodo News.
Sanae Takaichi, yang pada hari Selasa (21/10) dilantik sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang, menyampaikan kepada wartawan bahwa tidak ada laporan mengenai benda jatuh di perairan teritorial atau di Zona Ekonomi Eksklusif Jepang. Ia juga menambahkan bahwa ia telah menginstruksikan menteri pertahanan dan luar negeri untuk mengumpulkan informasi demi memastikan keselamatan publik.
Pemerintahan Lee telah memperkenalkan berbagai langkah untuk meredakan ketegangan dengan Korea Utara, termasuk menghentikan siaran propaganda melalui pengeras suara di dekat Zona Demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea. Namun, hingga saat ini, Pyongyang belum memberikan respons yang positif terhadap upaya tersebut.