Israel bantah bunuh ahli roket Hamas

Senin, 23 April 2018 17:21 Reporter : Merdeka
Israel bantah bunuh ahli roket Hamas Avigdor Lieberman. Reuters.dok ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman kemarin membantah negaranya mendalangi pembunuhan ilmuwan roket Palestina, Dr Fadi Mohammed Al Batsh.

Batsh tewas ditembak oleh dua pelaku tak dikenal di Gombak, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu lalu pagi waktu setempat.

Penembakan itu terjadi usai Batsh melaksanakan ibadah salat subuh di masjid setempat.

Dalam perjalanan pulang, dua pria yang berboncengan mengendarai motor melepaskan tembakan sebanyak 10 kali ke tubuh pria yang berprofesi sebagai dosen teknik elektro di Universitas Kuala Lumpur itu.

Kewarganegaraan serta afiliasi politik Batsh -- yang diketahui sebagai anggota Hamas -- memicu banyak pihak menuduh Israel sebagai dalang penembakan itu.

"Kami (Israel) sudah biasa dituduh seperti itu. Kelompok teroris selalu menuduh Israel sebagai dalang di balik setiap pembunuhan. Tapi kami tidak melakukannya," kata Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengomentari kasus pembunuhan Batsh, seperti dikutip laman the Strait Times (23/4).

Israel kerap menuduh Hamas -- salah satu organisasi politik terbesar Palestina -- sebagai kelompok teroris.

Lieberman justru menuduh salah satu faksi atau kelompok sempalan Hamas sebagai pelaku pembunuhan Batsh.

"Kami (Israel) kerap melihat faksi organisasi itu bertentangan antara satu sama lain. Saya kira, itulah yang terjadi dalam kasus ini," kata Lieberman.

"Lagi pula, pria itu (Batsh) bukan orang suci, dia tak berkontribusi bagi pembangunan Gaza. Justru, ia terlibat mengembangkan teknologi roket," imbuhnya.

Pemimpin Hamas Ismail Haniyah, berkeras menuding badan Intelijen Israel Mossad, sebagai dalang pembunuhan Batsh.

"Mossad pernah mencoba dan membunuh ilmuwan Palestina. Kasus Batsh sesuai dengan pola itu," kata Haniyah menuding Badan Intelijen Israel tersebut.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

sumber: Liputan6.com [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Palestina
  2. Hamas
  3. Israel
  4. Mossad
  5. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini