Ini alasan mengapa kamu susah main mesin capit boneka

Kamis, 3 September 2015 14:07 Reporter : Pandasurya Wijaya
Ini alasan mengapa kamu susah main mesin capit boneka mesin permainan penjepit boneka. ©Daily Mail

Merdeka.com - Kamu pasti pernah main, atau paling tidak melihat, mesin permainan capit boneka di mal-mal. Dengan memasukkan koin ke dalam mesin itu kamu bisa mengarahkan capit atau penjepit di mesin itu untuk memilih bonek yang ingin diambil.

Tapi pernahkah mau berhasil? Kalau pun pernah rasanya hanya segelintir orang yang pernah berhasil mendapatkan bonek dari mesin permainan itu. Sebagian orang mungkin berpikir bahwa kita harus punya keterampilan khusus atau kalau tidak ya keberuntungan saja.

Ingin tahu mengapa bisa begitu?

Sebuah video di situs YouTube menjelaskan bagaimana sesungguhnya mesin pencapit boneka itu bekerja.

Sebenarnya mesin pencapit boneka yang ada di mal-mal itu memang sudah dicurangi alias dibuat sulit untuk dimenangkan. Kuatnya alat pencapit boneka di mesin itu bergantung pada seberapa banyak koin atau uang yang kamu masukkan ke mesin itu, seperti dilansir koran the Daily Mail Juni lalu.

Baru tahu kan?

Seorang bernama Phil Edwards menjelaskan soal mesin itu dalam sebuah video di situs Vox.com.

Dalam video itu Phil mengatakan sejumlah operator mesin memang mengatur alat penjepit sedemikian rupa demi keuntungan mereka.

Misalnya, jika harga boneka itu sekitar Rp 100 ribu dan sekali bermain orang harus memasukkan koin senilai Rp 7.000 sedangkan si operator ingin dapat keuntungan sebesar 50 persen maka alat penjepit itu diatur supaya hanya bisa mengambil satu boneka setiap 21 kali percobaan.

Mesin itu juga diatur supaya bisa mengangkat boneka lalu menjatuhkannya lagi. Supaya si pemain berpikir dia hampir saja berhasil mendapatkan boneka. Hal ini supaya mendorong mereka untuk mencoba lagi dan lagi.

Ingin tahu bagaimana curangnya mesin permainan pencapit bonek itu? Simak video berikut ini:

[pan]

Topik berita Terkait:
  1. Video
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini