Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ilmuwan Menghitung Ada Berapa Banyak Sampah Plastik di Laut, Jumlahnya Mencengangkan

Ilmuwan Menghitung Ada Berapa Banyak Sampah Plastik di Laut, Jumlahnya Mencengangkan ilustrasi sampah di laut. ©sprinterlife.com

Merdeka.com - Menurut penelitian terbaru, lautan dunia tercemar oleh "kabut plastik" seberat 2,3 juta ton yang terdiri dari sekitar 171 trilliun partikel plastik.

Dilansir dari CNN, tim ilmuwan internasional menganalisis data global tahun 1979 dan 2019. Sampel data tersebut dikumpulkan dari hampir 12.000 titik di samudra Atlantik, Pasifik, Hindia, serta Laut Mediterania.

Studi dari Jurnal PLOS ONE, Rabu (8 /3), menulis peningkatan polusi plastik di laut berlangsung "sangat cepat dan belum pernah terjadi sebelumnya" sejak 2005.

Direktur penelitian dan inovasi dari jurnal tersebut, Lisa Erdle, juga mengatakan polusi ini meningkat dari sebelumnya.

"Ini jauh lebih tinggi dari perkiraan sebeluumnya," ujar Erdle.

Studi menyebutkan jika tidak ada tindakan dan kebijakan segera, laju plastik yang masuk ke lautan dapat meningkat sekitar 2,6 kali lipat antara 2023 dan 2040.

Produksi plastik telah melonjak dalam 10 tahun terakhir, terutama plastik sekali pakai.

Sistem pengelolaan limbah tidak dapat mengimbanginya. Hanya sekitar 9 persen dari plastik global yang didaur ulang setiap tahun.

Kebanyakan sampah plastik itu berakhir di lautan. Begitu plastik masuk ke laut, ia tidak terurai habis, melainkan hanya menjadi potongan-potongan kecil.

Partikel-partikel ini “benar-benar tidak mudah dibersihkan, kita terjebak dengannya,” kata Erdle.

Perjanjian plastik global

Plastik menyebabkan banyak dampak buruk bagi laut. Seperti bahan kimia beracun yang larut dalam air, serta biota laut yang terjerat dalam plastik atau salah mengartikannya sebagai makanan.

Para penulis penelitian menyerukan intervensi kebijakan internasional yang mendesak. “Kami jelas membutuhkan beberapa solusi yang kuat,” kata Erdle.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah setuju untuk membuat perjanjian plastik global yang mengikat secara hukum pada tahun 2024, yang akan menangani seluruh kehidupan plastik dari produksi hingga pembuangan.

Namun, tetap ada pertanyaan apakah perjanjian tersebut meliputi pemotongan produksi plastik, yang diperkirakan akan meningkat empat kali lipat pada tahun 2050.

Reporter magang: Yobel Nathania

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP