Hilang Sekitar 700 Tahun Lalu, Arkeolog Akhirnya Temukan Gereja dari Abad ke-14 di Bawah Lapangan Tenis

Arkeolog juga menemukan tiga kerangka manusia di lokasi penggalian.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Hilang Sekitar 700 Tahun Lalu, Arkeolog Akhirnya Temukan Gereja dari Abad ke-14 di Bawah Lapangan Tenis
Hilang Sekitar 700 Tahun Lalu, Arkeolog Akhirnya Temukan Gereja dari Abad ke-14 di Bawah Lapangan Tenis (Merdeka.com)

Arkeolog juga menemukan tiga kerangka manusia di lokasi penggalian.

Para arkeolog di Hungaria menemukan kastil abad pertengahan di bawah lapangan tenis. Di dalam kompleks kastil ini juga ditemukan reruntuhan Gereja Perawan Maria, yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Sigismund pada abad ke-14.

Dilansir Arkeonews, Senin (20/5), kastil ini dibentengi di sebuah bukit yang menghadap ke Danube di Hungaria utara.

Dilansir Arkeonews, Senin (20/5), kastil ini dibentengi di sebuah bukit yang menghadap ke Danube di Hungaria utara.
© MNM King Mátyás Museum and National Archaeological Institute- Facebook

Dalam penggalian ini, para arkeolog juga menemukan jejak bentrokan ratusan tahun lalu di sekitar ruang bawah tanah di depan altar yang digali.


Bangunan ini diketahui merupakan sebuah biara Fransiskan yang didirikan Sigismund dari Luksemburg yang mencakup Gereja Perawan Maria, yang dibangun di sebelah istananya. Putra Charles IV, Sigismund, memerintah sebagai raja Jerman, Bohemia, Hungaria, dan Kroasia sebelum naik tahta sebagai Kaisar Romawi Suci pada tahun 1433 dan meninggal pada tahun 1437.

Hari pertama penggalian, para arkeolog menemukan reruntuhan bangunan gereja dan sebuah ruang bawah tanah di depan altar tinggi. 

Hari pertama penggalian, para arkeolog menemukan reruntuhan bangunan gereja dan sebuah ruang bawah tanah di depan altar tinggi. 
© MNM National Archaeological Institute, King Matthias Museum

Di antara puing-puing ruang bawah tanah yang runtuh terdapat tiga kerangka manusia.

Ditemukan sejumlah benda di samping kerangka tersebut seperti taji dan beberapa peluru (pelet yang terbuat dari timah), menunjukkan bahwa mereka adalah tentara. Ada juga mangkuk tembaga di dekat mereka, yang mungkin digunakan untuk pertahanan, karena permukaannya menunjukkan lekukan yang dibuat oleh senjata.

Hal ini menunjukkan bahwa gereja bukan hanya menjadi tempat terjadinya penjarahan, namun juga terjadinya bentrokan berdarah.

Hal ini menunjukkan bahwa gereja bukan hanya menjadi tempat terjadinya penjarahan, namun juga terjadinya bentrokan berdarah.
© MNM National Archaeological Institute, King Matthias Museum

Bangunan tersebut diyakini telah runtuh pada abad ke-16, setelah pasukan Kesultanan Utsmaniyyah atau Ottoman merebut Visegrád. Bagian bawah Visegrád yang dibentengi juga menunjukkan jejak pemukiman Ottoman, termasuk koin, pemakaman Ottoman, dan oven berbentuk oval.


Pada 2021, Program Pengembangan Renaisans Visegrád dimulai dengan tujuan merevitalisasi Kastil Visegrád dan sekitarnya. Selain Kastil Bawah, Istana Kerajaan, Benteng Visegrád, dan Menara Solomon semuanya akan dibangun kembali di tahun-tahun mendatang.

Tingkat atas dan bawah sistem kastil akan terhubung, dan kompleksnya akan dibuat ramah pejalan kaki. Untuk memungkinkan kunjungan ke benteng, kastil bawah, dan bagian Istana Kerajaan selama rekonstruksi, pekerjaan akan dilakukan secara bertahap.

Rekomendasi