Advertisement
Advertisement
Marie el-Drese, Sekretaris Jenderal Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC) Libya, mengatakan kepada kantor berita The Associated Press bahwa 10.100 orang lainnya dilaporkan hilang di kota Mediterania.
Sementara, Wali Kota Derna, Abdel-Moneim al-Ghaithi mengatakan jumlah korban jiwa bisa bertambah hingga 20.000 jiwa mengingat banyaknya kawasan yang tersapu banjir.
Advertisement
Advertisement
Lebih dari 3.000 jenazah telah dimakamkan pada Kamis (14/9) pagi, sementara 2.000 lainnya masih diproses, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera pada Jumat (15/9).
Advertisement
Advertisement
“Gelombang setinggi 7 meter menyapu bangunan dan menghanyutkan infrastruktur ke laut. Sekarang anggota keluarganya hilang, mayat-mayat terdampar di pantai, dan rumah-rumah hancur.”