Toretsk merupakan kota yang menjadi garis depan dalam perang Rusia-Ukraina.
Advertisement
Kondisi bangunan perumahan yang hancur akibat serangan Rusia di Kota Toretsk, wilayah timur Donetsk, Ukraina, pada 25 Juni 2024. Toretsk merupakan kota yang menjadi garis depan dalam perang Rusia-Ukraina. Foto: Pilipey Romawi/AFP
Advertisement
Kota Toretsk, yang dulunya tenang, kini suram bak kota mati akibat peperangan Rusia dan Ukraina. Foto: Pilipey Romawi/AFP
Toretsk merupakan kota pertambangan dan industri yang menenangkan. Berdasarkan data Badan Statistik ukraina pada Januari 2022, kota ini memiliki total penduduk 30.914 jiwa. Foto: Pilipey Romawi/AFP
Namun, ketenangan Kota Toretsk sirna ketika perang Rusia dan Ukraina berkecamuk. Toretsk menjadi salah satu garis depan pertempuran. Foto: Pilipey Romawi/AFP
Advertisement
Senasib dengan kota-kota lain di Ukraina, Toretsk turut menjadi target Rusia dengan taktik serangan bumi hangus
Kota yang dulunya tenang berubah mencekam. Sejumlah rudal jatuh menghujam berbagai titik di Toretsk. Foto: Pilipey Romawi/AFP
Bulan ini, jumlah roket dan serangan udara yang dilancarkan Rusia di Kota Toretsk meningkat. Banyak orang memilih untuk menyelamatkan diri dengan meninggalkan kota ini. Foto: Pilipey Romawi/AFP
Advertisement
Sementara, segelintir orang memilih untuk tetap tinggal. Foto: Pilipey Romawi/AFP
Seorang pria duduk di sebuah halte bus di Kota Toretsk yang kini suram bak kota mati di wilayah timur Donetsk, Ukraina, pada 25 Juni 2024. Foto: Pilipey Romawi/AFP
Sejumlah warga berkemas sebelum meninggalkan Kota Toretsk yang kini suram bak kota mati di wilayah timur Donetsk, Ukraina, pada 25 Juni 2024. Foto: Pilipey Romawi/AFP
Barikade 'gigi naga' dipasang tentara Ukraina di dekat jalanan menuju Kota Toretsk yang kini suram bak kota mati di wilayah timur Donetsk, Ukraina, pada 25 Juni 2024. Foto: Pilipey Romawi/AFP
Advertisement
Pemandangan sebuah perumahan yang rusak dan ditinggalkan di Kota Toretsk yang kini suram bak kota mati di wilayah timur Donetsk, Ukraina, pada 25 Juni 2024. Foto: Pilipey Romawi/AFP