Menteri Kabinet Perang Israel, Benny Gantz, mengumumkan pengunduran dirinya dari pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Advertisement
Gantz, yang merupakan salah satu dari tiga anggota utama kabinet perang Israel, menyampaikan keputusan ini setelah sebelumnya mengancam akan keluar dari pemerintahan jika Netanyahu tidak merumuskan rencana baru pascaperang untuk Jalur Gaza. Foto: Reuters
Gantz, seorang rival politik Netanyahu yang berhaluan tengah, adalah mantan panglima militer yang populer di kalangan masyarakat Israel. Foto: Reuters
Ia bergabung dengan pemerintahan Netanyahu setelah serangan Hamas pada 7 Oktober sebagai bentuk persatuan nasional. Langkah ini diambil untuk menunjukkan kekuatan dan solidaritas di tengah krisis. Foto: Reuters
Advertisement
Advertisement
Kehadiran Gantz dalam pemerintahan juga meningkatkan kredibilitas Israel di mata mitra-mitra internasionalnya, termasuk Amerika Serikat, di mana Gantz memiliki hubungan kerja yang baik dengan para pejabat Amerika. Foto: Reuters
Pengunduran diri Gantz menimbulkan ketidakpastian politik di Israel, terutama di tengah situasi yang masih tegang di Jalur Gaza. Foto: Reuters
Masyarakat dan pengamat politik kini menantikan langkah selanjutnya dari Netanyahu serta kemungkinan pemilihan umum yang mungkin akan digelar dalam waktu dekat. Foto: Reuters
Advertisement
Advertisement