Fosil Dinosaurus Pertama di Jepang Ditemukan, Paruhnya Mirip Bebek dan Makan Tumbuhan
Merdeka.com - Fosil dinosaurus ditemukan di Jepang pertama kalinya di salah satu pulau selatan di negara itu oleh tim ahli paleontologi multinasional.
Fosil ini milik dinosaurus genus baru bernama Yamatosaurus Izanagii, yang masih menjadi bagian dari spesies hadrosaurus, atau dikenal juga dengan dinosaurus berparuh bebek.
Penemuan ini memberikan pengetahuan baru tentang dinosaurus-dinosaurus di Jepang. Seperti tentang hadrosaurus yang bermigrasi dari Asia ke Amerika, serta bagaimana makhluk raksasa ini berkembang dari berjalan tegak menjadi berjalan dengan empat kaki.
Hadrosaurus adalah dinosaurus paling umum yang dapat dibedakan dari moncong panjang dan pipih.
Dinosaurus pemakan tumbuhan ini hidup lebih dari 65 juta tahun lalu selama periode Cretaceous Akhir. Fosil mereka juga dapat ditemukan di Amerika Utara, Eropa, Afrika, dan Asia.
Menurut ahli senior di Institut Studi Bumi dan Manusia SMU bernama Fiorillo, susunan gigi Yamatosaurus, yang hanya memiliki satu gigi, membedakannya dari spesies hadrosaurus lainnya.
Yamatosaurus juga dibedakan dari hadrosaurus pada umumnya karena perkembangan bahu dan kaki depannya yang berevolusi, dari bipedal menjadi dinosaurus berkaki empat.
Bipedal merujuk untuk binatang yang bergerak menggunakan dua kaki belakang.
Peneliti lain asal Universitas di Hokkaido, Yoshitsugu Kobayashi mengatakan fosil dinosaurus ini pertama yang ditemukan di Jepang.
"Jepang sebagian besar tertutup vegetasi dengan sedikit singkapan untuk berburu fosil. Ini adalah dinosaurus pertama yang ditemukan di Jepang dari akhir periode Cretaceous. Sampai sekarang, kami tidak tahu dinosaurus apa yang hidup di Jepang pada akhir zaman dinosaurus," kata Kobayashi.
"Penemuan dinosaurus Jepang ini akan membantu kami mengisi sebagian dari visi kami yang lebih besar tentang bagaimana dinosaurus bermigrasi di antara dua benua ini," tambahnya.
Menurut ahli, dinosaurus ini kemungkinan besar menggunakan Jembatan Tanah Bering untuk menyebrang dari Asia ke Alaska dan kemudian menyebar ke seluruh Amerika Utara hingga Appalachia Timur.
Reporter magang: Yobel Nathania
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya