Fenomena Hujan Salju di Arab Saudi, Ahli Bilang Bukan Kejadian Luar Biasa

Daerah yang paling sering mengalami fenomena ini termasuk Tabuk, Al-Jouf, dan Arar.

Teddy Tri Setio Berty
Oleh Teddy Tri Setio Berty - Reporter
Fenomena Hujan Salju di Arab Saudi, Ahli Bilang Bukan Kejadian Luar Biasa
Fenomena Langka Hujan Salju di Arab Saudi./ Twitter.com/@IKON1436 (© 2025 Liputan6.com)

Pusat Meteorologi Nasional (NCM) di Arab Saudi telah memperkirakan bahwa hujan salju akan turun pada hari Kamis (18/12), di beberapa wilayah utara Kerajaan, termasuk Qassim serta dataran tinggi di Tabuk dan Hail. Hal ini sejalan dengan adanya sistem cuaca intens yang terus memengaruhi sebagian besar wilayah negara tersebut.

Prakiraan ini dirilis setelah beberapa hari peringatan cuaca ekstrem, di mana wilayah Qassim berada dalam status peringatan merah karena curah hujan yang tinggi dan potensi terjadinya banjir, seperti yang dilaporkan oleh Gulf News pada hari Minggu, 21 Desember.

Para ahli meteorologi memprediksi bahwa suhu di kawasan dataran tinggi dapat turun hingga di bawah nol derajat Celsius, yang menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya hujan salju, bersamaan dengan badai petir, hujan es, dan angin kencang.

Menanggapi kemungkinan terjadinya hujan salju ini, astronom senior Saudi, Mohammed bin Reddah Al Thaqafi, menegaskan bahwa fenomena tersebut bukanlah kejadian yang luar biasa. Menurut Al Thaqafi, hujan salju di wilayah utara Arab Saudi terjadi secara berkala setiap musim dingin, meskipun tidak mengikuti siklus astronomi yang tetap.

“Frekuensinya sangat bergantung pada dinamika iklim dan kondisi atmosfer,” ungkap Al Thaqafi, yang juga merupakan anggota Uni Arab untuk Ilmu Antariksa dan Astronomi.

Ia menjelaskan bahwa hujan salju di Arab Saudi umumnya terjadi antara bulan Desember hingga Februari, terutama di wilayah yang lebih terpapar sistem cuaca Mediterania. Daerah yang paling sering mengalami fenomena ini termasuk Tabuk, Al-Jouf, dan Arar.

Ahli: Hujan Salju di Arab Saudi Utara Bukan Fenomena Langka Saat Musim Dingin
Fenomena Langka Hujan Salju di Arab Saudi./ Twitter.com/@IKON1436 © 2025 Liputan6.com

Beberapa lokasi yang dianggap memiliki potensi tinggi untuk salju antara lain Jabal Al-Lawz, Alaqan, dan Al Dhahr di Tabuk; Sakaka dan Dumat Al Jandal di Al-Jouf; Arar di wilayah Perbatasan Utara; Jabal Aja dan Jabal Salma di Hail; serta dataran tinggi Abha di Asir. Meskipun tidak selalu mengalami salju di setiap musim, daerah-daerah tersebut tetap diakui sebagai tempat yang paling dapat diandalkan untuk mengalami kondisi musim dingin yang ekstrem.

Al Thaqafi mengingatkan kepada para pengemudi dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk lebih waspada. Ia menekankan adanya risiko jalan yang licin dan jarak pandang yang terbatas, serta pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Di sisi lain, laporan awal menunjukkan bahwa salju telah mulai turun di kawasan Jabal Al-Lawz, Tabuk, dengan puncak-puncak pegunungan diselimuti lapisan putih. NCM memperkirakan kondisi salju ini akan berlangsung dari siang hingga sore hari, dengan kemungkinan terjadinya badai petir yang sedang hingga lebat yang bisa menyebabkan banjir bandang, hujan es, dan angin kencang di beberapa wilayah.

Hussein Al Qahtani, juru bicara NCM, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dengan cermat. Ia juga membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya banjir besar di Riyadh, dan mengajak masyarakat untuk hanya mengandalkan informasi dari sumber resmi mengingat cuaca yang masih tidak stabil di seluruh wilayah Kerajaan.

Rekomendasi