Fakta-fakta UU Kewarganegaraan India Diskriminasi Terhadap Muslim

Kamis, 19 Desember 2019 06:11 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Fakta-fakta UU Kewarganegaraan India Diskriminasi Terhadap Muslim Demo tolak UU Amandemen Kewarganeraan di Gauhati, Assam, India.. ©2019/Getty via Alaraby

Merdeka.com - UU Kewarganegaraan India menuai pro dan kontra. UU Kewarganegaraan ini merupakan sebuah UU yang diamandemen dari Undang-Undang Kewarganegaraan tahun 1955. UU Amandemen Kewarganegaraan ini sudah disahkan pada 12 Desember 2019.

Sebelum diamandemen, isi UU Amandemen Kewarganegaraan melarang imigran ilegal menjadi warga negara India. Di bawah UU lama, siapapun yang dianggap imigran ilegal bisa dideportasi atau dipenjara.

UU lama juga mengatur ketentuan bahwa seseorang harus tinggal di India atau bekerja untuk pemerintah federal setidaknya 11 tahun sebelum mereka memenuhi syarat untuk mengajukan permohonan kewarganegaraan.

Kini UU Amandemen Kewarganegaraan sudah disahkan. UU baru ini akan mempercepat pemberian kewarganegaraan untuk warga dari enam agama; Hindu, Sikh, Buddha, Jain, Parsi, dan Kristen yang berasal dari negara tetangga Afghanistan, Bangladesh dan Pakistan, jika mereka datang ke India sebelum 2015.

Namun, dalam UU tersebut tak dicantumkan agama Muslim. Hal ini sontak menuai reaksi dari dalam negeri India, bahkan hingga negara luar. Berikut ulasan UU Kewarganegaraan India dinilai diskriminatif terhadap muslim:

Baca Selanjutnya: Isi UU Kewarganegaraan Tak Ikut...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini