Fakta Baru Ungkap Nenek Moyang Manusia Modern Berasal dari 350.000 Tahun Lalu, Fosilnya Ditemukan di Maroko

Sebelumnya diperkirakan Homo sapiens pertama kali muncul sekitar 195.000 tahun lalu.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Fakta Baru Ungkap Nenek Moyang Manusia Modern Berasal dari 350.000 Tahun Lalu, Fosilnya Ditemukan di Maroko
Fakta Baru Ungkap Nenek Moyang Manusia Modern Berasal dari 350.000 Tahun Lalu, Fosilnya Ditemukan di Maroko (Merdeka.com)

Fakta Baru Ungkap Nenek Moyang Manusia Modern Berasal dari 350.000 Tahun Lalu, Fosilnya Ditemukan di Maroko

Evaluasi ulang kerangka manusia purba dan artefak dari Maroko mengungkap fakta baru terkait kemunculan Homo sapiens. Menurut temuan fosil di Maroko, Homo sapiens muncul jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya. Sumber: Ancient Origins

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dua makalah baru memaparkan, fosil tertua berasal dari 300.000 hingga 350.000 tahun yang lalu.

Hal ini dapat mengarahkan para peneliti untuk memikirkan kembali pencarian umum mereka di daerah sekitar Great Rift Valley di Afrika Timur untuk mengetahui asal usul spesies kita.

Phys.Org melaporkan, tengkorak, gigi, dan tulang panjang sekitar lima Homo sapiens, bersama dengan perkakas batu dan tulang hewan, ditemukan di Jebel Irhoud, Maroko, sejak 2004. Sebelumnya, fosil Homo sapiens tertua disebut berasal dari 195.000 tahun lalu yang ditemukan di situs Omo Kibish, Etihopia dan berasal dari 160.000 tahun lalu yang ditemukan di Herto, Ethiopia.

Menurut arkeolog Daniel Richter dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology beserta timnya, penanggalan baru kemunculan Homo sapiens ini berasal dari penanggalan hermoluminescence artefak batu api yang dipanaskan yang digali dalam "penggalian baru di situs Zaman Batu Tengah di Jebel Irhoud, Maroko yang secara langsung terkait dengan sisa-sisa Homo sapiens yang baru ditemukan." Sumber: Ancient Origins

Shannon McPherron, seorang ahli perkakas batu yang juga terlibat dalam penelitian baru ini menyatakan bahwa sebelumnya “tulang dan batu menceritakan kisah yang berbeda.” Walaupun perkakas batu ditemukan di seluruh Afrika 300.000 tahun lalu, fosil manusia diperkirakan tidak lebih tua dari 195.000 tahun. Secara logika, ini mengarahkan orang bertanya-tanya apakah perkakas batu ini dibuat oleh hominid, bukan Homo sapiens. Sumber: Ancient Origins

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Kita mengalami keterpisahan. Kita mengalami transisi besar dalam perilaku tetapi tidak ada transisi biologis yang menyertainya. Jebel Irhoud mengisi celah itu dengan baik." Shannon McPherron, ahli perkakas batu purba.

Foto: Daniel Richter

"Kami menggunakan metode penanggalan yang canggih dan mengadopsi pendekatan paling konservatif untuk secara akurat menentukan usia Irhoud."

Daniel Richter, arkeolog.

Sumber: Ancient Origins

Selain usia fosil, peneliti juga menyatakan ciri dari Homo sapiens awal yang ditemukan di situs itu hal yang penting. Mereka menulis dalam sebuah makalah bahwa morfologi wajah, rahang bawah, dan gigi fosil di Jebel Irhoud selaras dengan manusia modern secara anatomis awal.

Selain usia fosil, peneliti juga menyatakan ciri dari Homo sapiens awal yang ditemukan di situs itu hal yang penting. 

Mereka menulis dalam sebuah makalah bahwa morfologi wajah, rahang bawah, dan gigi fosil di Jebel Irhoud selaras dengan manusia modern
Dok. Istimewa

Foto: Shannon McPherron, MPI EVA Leipzig

Sebelumnya, sebagian besar ilmuwan memfokuskan pencarian mereka untuk menelusuri asal usul Homo sapiens di Great Rift Valley di Afrika Timur. Namun, Jebel Irhoud juga telah diteliti setidaknya sejak tahun 1960-an dan telah ditemukan artefak Zaman Batu Tengah dan fosil manusia. Dalam jurnal Nature, peneliti menyatakan bahwa Jebel Irhoud adalah situs hominin Zaman Batu Pertengahan Afrika tertua dan terkaya yang mendokumentasikan fase awal Homo sapiens.

Rekomendasi