Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di Indonesia digemari, di India mi instan justru dilarang

Di Indonesia digemari, di India mi instan justru dilarang Mi instan Maggi. ©shop.indiabazaar.com.au

Merdeka.com - Sebuah merek mi instan ternama di India, Maggi, tengah menuai kontroversi dan pencabutan hak dagang karena terdapat kandungan monosodium glutamat berlebih dalam tiap bungkusnya.

Pada Rabu kemarin, pemerintah menyita paksa peredaran merek tersebut dalam 15 hari pertama dan mendesak pihak produsen, Swiss Nestle, untuk menarik peredaran mi tersebut dari tiap toko.

Surat kabar Washington Post, melaporkan, Rabu, (3/6), Menteri Kesehatan India Satyender Kumar Jain, mengatakan, pemerintah akan melayangkan gugatan terhadap kandungan yang dinilai berbahaya di dalam mi instan tersebut.

Pihak tergugat, Swiss Nestle berkilah, kandungan yang terdapat pada mie instan mereka sudah layak dan melewati prosedur resmi dari uji 1000 sampel laboratorium yang menunjukkan kadar timbal masih dalam batas kewajaran makanan.

Di sisi lain, standar kesehatan makanan bersih di India masih tergolong rendah, kotornya jajanan pinggir jalan dan sering dihinggapi lalat atau tidak memakai sarung tangan dalam penyajian menjadi pertanyaan mengapa tidak ada protes terhadap hal tesebut? Malah yang diprotes kandungan monosodium glutamat.

Ditariknya peredaran mi instan ini nampaknya juga menjadi perlawanan terhadap kaum menengah dengan tradisi orang India yang sering memasak. Pasalnya, survei dari institut pemasaran Jerman terbesar, GfK, mengungkapkan orang India paling sering memasak dengan durasi 13,2 jam dalam sepekan.

Menjamurnya makanan cepat saji seperti mi instan dikhawatirkan menggerus tradisi memasak konvensional di India, maka dari itu timbulah gerakan perlawanan dengan ditariknya produk dagang instan terlaris di India ini.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP