Derita puasa di penjara Zionis
Merdeka.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saban Ramadan mengeluarkan perintah agar seluruh orang Yahudi menghormati umat muslim berpuasa. Para serdadu dilarang makan, minum, dan merokok di tempat umum, termasuk di pos pemeriksaan langganan warga Palestina. Sipir-sipir penjara wajib memberi kelonggaran agar tahanan Palestina bisa menjalankan shaum wajib itu.
Namun lantaran mereka biasa bertindak semena-mena dengan warga Palestina, tetap saja perintah itu tidak ditaati. Situs alresalah.ps melaporkan otoritas penjara Gilboa sejak awal bulan puasa mencabut kipas-kipas angin di sejumlah bagian gedung penjara. "Sehingga penghuni penjara makin kepanasan," kata Ahmad Beitawi, peneliti dari Yayasan Tadamur untuk Hak Asasi. Maklum saja, Israel dan Palestina saat ini sedang mengalami musim panas.
Mengutip seorang tahanan bernama Malik Najah Bakirat, Beitawi mengungkapkan pihak penjara juga menolak memberikan kebutuhan selama Ramadan. Dia mencontohkan stok sejumlah makanan habis, termasuk buah segar.
Kondisi serupa juga dialami tahanan palestina di penjara Etzion, Kota Bethlehem, Tepi Barat. Makanan buat berbuka sengaja molor disediakan. Alhasil, saban hari para penghuni mesti berpuasa hingga 20 jam. "Pihak penjara tidak menyediakan makanan berbuka hingga pukul 11 malam," kata tahanan bernama Muhammad al-Najjar, kepada seorang pengacara dari lembaga Masyarakat Tahanan Palestina, seperti dikutip kantor berita Maan.
Kalaupun akhirnya diberikan, Najjar mengeluhkan, makanan buat berbuka hanya sedikit. Dia mencontohkan Selasa pekan lalu para tahanan hanya diberikan dua buah pir dan satu persik.
Dengan alasan keamanan, militer Israel juga menyerbu penjara buat memeriksa seluruh tahanan Palestina. Sel mereka diobrak-abrik dan semua penghuni dipaksa telanjang, seperti terjadi di penjara Nafha.
Saat ini terdapat sekitar 11 ribu warga Palestina mendekam di pelbagai penjara di negara Zionis itu. Kebanyakan dari mereka ditangkap dan ditahan tanpa tuduhan atau dakwaan. Kalau pun ada proses peradilan, biasanya berjalan tertutup dan lebih banyak kasusnya dibawa ke pengadilan militer.
Tahanan Palesatina ini, termasuk anak-anak dan perempuan, biasanya juga menjadi korban penangkapan semena-mena. Operasi penangkapan biasa berlangsung kapan saja, termasuk saat mereka sedang tidur lelap. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya