Dari Kaki Himalaya Gaung Merdeka Itu Kian Terdengar

Sabtu, 21 September 2019 07:42 Reporter : Merdeka
Dari Kaki Himalaya Gaung Merdeka Itu Kian Terdengar Muslim Kashmir berdoa di Masjid Hazratbal. ©REUTERS/Danish Ismail

Merdeka.com - Sejak India mencabut status otonomi khusus Kashmir 4 Agustus lalu suara-suara menginginkan kemerdekaan kian terdengar di kawasan yang terletak di kaki Himalaya itu.

Kashmir merupakan wilayah yang membelah Pakistan dan India. Wilayah itu tak henti menjadi bahan rebutan kedua negara.

Sejak India merdeka, 15 Agustus 1947, wilayah Kashmir terbelah dalam dua penguasaan. Sebagian dikuasai India dan sebagian lainnya oleh Pakistan. Pembagian wilayah yang sebenarnya tidak pernah benar-benar diinginkan warga Kashmir.

Uniknya, Pakistan menambahkan kata "Azad" untuk wilayah Jammu dan Kashmir yang dikuasainya. Azad berarti bebas. Nama ini menjadi simbol kebebasan bagi warga Kashmir yang masuk dalam teritorial Pakistan. Keadaan yang bertolak belakang dengan sisi Kashmir yang berada dalam wilayah India.

Di saat India mengekang Kashmir, seruan untuk membebaskan wilayah sengketa itu dari India pun semakin menguat. Situasi menegang sejak India mencabut hak otonomi khusus untuk Kashmir.

Pencabutan itu dibarengi dengan pemblokiran akses komunikasi dan penjagaan militer ketat di wilayah tersebut. Para pejabat dan tokoh masyarakat ditangkap.

Pemblokiran Kashmir menuai protes warga. Kondisi ini juga ditentang oleh Pakistan. Bersama para aktivis, Pakistan mendukung keinginan Kashmir untuk lepas dari kekuasaan India.

The New York Times melaporkan, Jumat (20/9), Pakistan selama ini selalu memenangkan hati warga Kashmir. Isu yang selalu digulirkan adalah soal sentimen agama. Pasalnya, India dianggap selalu mendeskriminasi Kashmir, sebagai minoritas muslim di negara itu.

Penduduk mengatakan, keinginan untuk merdeka semakin membuncah seiring kekhawatiran mereka untuk bersatu dengan India. Gelagat India untuk menguasai penuh Kashmir semakin nyata saat otonomi khusus Kashmir dicabut.

Sebelumnya dengan status otonomi khusus, Kashmir diperbolehkan memiliki pemerintahan sendiri. Kashmir hanya tidak boleh membentuk pasukan militer. Dengan dicabutnya status otonomi khusus itu, kebebasan Kashmir direnggut.

Sejak Kashmir diblokir, Pakistan selalu memberi dukungan. Namun nampaknya ada kepentingan lain di balik dukungan itu.

Pejabat Pakistan khawatir bahwa mereka bisa saja mendapat sanksi internasional, jika tidak mampu mengendalikan aksi militer di negara tetangga itu.

Baca Selanjutnya: Kashmir Tak Pernah Diberi Ruang...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini