China Klaim Berhasil Angkat Jutaan Warga Etnis Minoritas dari Kemiskinan

Rabu, 7 April 2021 15:47 Reporter : Hari Ariyanti
China Klaim Berhasil Angkat Jutaan Warga Etnis Minoritas dari Kemiskinan Kehidupan muslim Uighur di China. ©REUTERS/Thomas Peter

Merdeka.com - Lebih dari 15,6 juta orang di wilayah paling miskin di China, termasuk kawasan padat etnis minoritas, telah berhasil diangkat dari kemiskinan dalam lima tahun terakhir, menurut sebuah laporan resmi pemerintah terbaru.

Laporan yang merayakan pencapaian negara tersebut dalam memberantas kemiskinan diterbitkan saat Beijing menghadapi meningkatnya tekanan internasional atas kebijakannya di Xinjiang, di mana China dituduh memberlakukan kerja paksa dan pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur dan etnis lainnya.

Dokumen itu tidak secara langsung menyinggung tuduhan tersebut tapi mengatakan China telah mencapai keberhasilan penting dalam membantu penduduk pinggiran dari etnis minoritas keluar dari kemiskinan.

“(Kami telah membuat) langkah besar dalam perjuangan besar kami melawan kemiskinan di daerah etnis minoritas,” jelas dokumen itu, dilansir South China Morning Post, Rabu (7/4).

“Dari 2016 sampai 2020, populasi yang hidup dalam kemiskinan di Pedalaman Mongolia, Guangxi, Tibet, Ningxia, dan wilayah otonomi Xinjiang, dan Provinsi Guizhou, Yunnan dan Qinghai turun sampai 15,6 juta.”
Awal tahun ini, negara tersebut juga secara resmi mengumumkan pihaknya telah berhasil memberantas kemiskinan ekstrem dan menyampaikan negara itu sedang memasuki fase baru pembangunan ekonomi dan sosial demi terwujudnya “negara sosialis modern” pada 2035.

Wakil kepala pemerintahan nasional untuk revitalisasi pedesaan, Xia Gengsheng, mengaitkan keberhasilan tersebut dengan investasi besar dan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat.

“Misalnya, dana khusus yang disediakan oleh pemerintah pusat untuk delapan provinsi dan daerah otonom selama periode kritis ini mencapai hampir 300 miliar yuan (USD 45,7 miliar) atau sekitar 45 persen dari total nasional,” kata Xia.

“Beijing juga mendapatkan dukungan kebijakan di wilayah seperti keuangan, pemanfaatan lahan dan sumber daya manusia, memberikan dukungan kekuatan dalam memenangkan pertarungan melawan kemiskinan di wilayah-wilayah etnis minoritas ini.”

Dokumen tersebut juga mengatakan Beijing juga telah berusaha keras membantu kelompok etnis minoritas pindah untuk bekerja ke provinsi lain dan menyebarkan 3 juta kader untuk mendukung program anti kemiskinan di wilayah pinggiran.

Menurut laporan kerja yang dirilis pemerintah Xinjiang awal tahun ini, lebih dari 14,3 juta lapangan pekerjaan disiapkan untuk tenaga kerja pedesaan di wilayah tersebut melalui program pemerintah terarah dalam lima tahun terakhir, dan sekitar 2,7 juta diperkirakan akan tersedia tahun ini.

2 dari 2 halaman

56 kelompok etnis

China secara resmi mengakui 56 kelompok etnis berbeda, di mana etnis mayoritas adalah etnis Han sebanyak 91,5 persen dari populasi. Sementara itu 55 kelompok etnis minoritas termasuk Zhuang (16,9 juta), Hui (10,5 juta), Manchus (10,3 juta), dan Uighur (10 juta).

Pengamat politik di Beijing, Wu Qiang, menyampaikan fokus pemerintah China mengangkat standar hidup rakyat adalah perisai China dalam melawan kritik Barat atas kebijakannya di Xinjiang.

“Beijing berusaha menggunakan Laporan Resmi ini untuk mengalihkan perhatian komunitas internasional atas Xinjiang dan isu HAM lainnya, dan menanggapi kritik dengan ‘hak untuk pembangunan’,” jelas Wu.

Secara tidak langsung, kata Wu, dokumen itu ingin menyampaikan penyebab masalah di Xinjiang bukan terorisme, melainkan kemiskinan menahun.

“Apa yang tidak ingin diakui Beijing adalah bahwa masalah Xinjiang disebabkan oleh kemiskinan jangka panjang, bukan terorisme,” kata Wu.

“Dengan kata lain, apa yang disebut ekstremisme disebabkan oleh kemiskinan, termasuk terbatasnya investasi dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan lainnya di wilayah itu.” [pan]

Baca juga:
China Akan Terima Kunjungan PBB ke Xinjiang, Tapi Tolak Penyelidikan
China Gencarkan Penggunaan Bahasa Mandarin di Sekolah-Sekolah di Xinjiang
Ribuan Anak Terpisah dari Orang Tua karena Penindasan China Terhadap Muslim Xinjiang
Aksi Solidaritas untuk Muslim Uighur di Kedubes China
Netizen China Serang Akun Medsos Nike karena Isu Kerja Paksa Uighur di Xinjiang
Peretas China Gunakan Facebook Untuk Awasi Muslim Uighur di Luar Negeri

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini