Cetak Sejarah, Video Detik-Detik Wahana Swasta Pertama Blue Ghost Berhasil Mendarat di Bulan

Firefly Aerospace berhasil mendarat di Bulan dengan wahana Blue Ghost, menandai pendaratan pertama oleh perusahaan swasta.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Cetak Sejarah, Video Detik-Detik Wahana Swasta Pertama Blue Ghost Berhasil Mendarat di Bulan
Cetak Sejarah, Video Detik-Detik Wahana Swasta Pertama Blue Ghost Berhasil Mendarat di Bulan (Merdeka.com)

Pada Minggu, 2 Maret 2025, dunia menyaksikan sejarah baru dalam eksplorasi luar angkasa. Blue Ghost, wahana antariksa milik perusahaan swasta Amerika Serikat, Firefly Aerospace, berhasil melakukan pendaratan di permukaan Bulan. Peristiwa ini menandai tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya sebuah perusahaan swasta berhasil mencapai prestasi yang sebelumnya hanya dikuasai oleh beberapa negara, yaitu Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, India, dan Jepang. Pendaratan Blue Ghost dilakukan secara otomatis di Mare Crisium, sebuah cekungan di sisi dekat Bulan, dekat Mons Latreille, sebuah fitur vulkanik.

Misi Blue Ghost membawa sepuluh perangkat sains dan teknologi milik NASA untuk melakukan berbagai penelitian di Bulan, termasuk pengukuran kondisi permukaan, pengamatan gerhana, dan pengumpulan data untuk misi Artemis. Data yang dikumpulkan akan sangat berharga bagi rencana NASA untuk mengirim kembali manusia ke Bulan. Wahana ini, berukuran sekitar 2 meter tinggi dan 3,5 meter lebar dengan empat kaki untuk stabilitas, mengirimkan gambar permukaan Bulan, termasuk swafoto dan gambar Bumi dari Bulan setelah pendaratan.

Keberhasilan misi ini merupakan bagian dari program Layanan Muatan Bulan Komersial (CLPS) NASA, yang bertujuan untuk mendorong inovasi dan kompetisi di sektor swasta dalam eksplorasi Bulan. Pendaratan Blue Ghost menunjukkan potensi besar perusahaan swasta dalam penjelajahan ruang angkasa dan membuka jalan bagi misi berawak ke Bulan di masa depan. "Kita telah mendarat di Bulan," ujar Will Coogan, Chief Engineer Blue Ghost, dalam siaran langsung yang disambut sorak sorai tim Firefly di Austin, Texas, setelah wahana tersebut berhasil melewati fase kritis pendaratan dengan kecepatan sekitar 3,2 km/jam.

Blue Ghost diluncurkan pada 15 Januari 2025 dari Kennedy Space Center, Florida, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX. Perjalanan sejauh 4,5 juta kilometer ini melibatkan tiga kali orbit Bumi sebelum akhirnya mencapai Bulan yang berjarak sekitar 383.000 kilometer dari Bumi. Misi ini merupakan bagian dari program CLPS NASA, yang memungkinkan kolaborasi antara NASA dan perusahaan swasta untuk mengirim muatan ilmiah ke Bulan. Wahana ini membawa 10 instrumen ilmiah dan teknologi untuk mengumpulkan data penting guna mendukung program Artemis, program NASA untuk mendaratkan kembali manusia di Bulan.

Lokasi pendaratan di Mare Crisium dipilih karena potensinya dalam menyediakan data ilmiah yang berharga tentang Bulan. Setelah peluncuran, Blue Ghost berhasil mencapai orbit Bulan pada 13 Februari 2025. Proses ini melibatkan penyalaan mesin selama 4 menit 15 detik untuk memasuki orbit elips di sekitar Bulan. Selama 16 hari berikutnya, wahana ini melakukan manuver untuk menyempurnakan orbitnya sebelum pendaratan lunak. Keberhasilan pendaratan Blue Ghost merupakan langkah penting dalam upaya NASA untuk membangun keberadaan manusia yang berkelanjutan di Bulan.

Menariknya, Blue Ghost bukan satu-satunya wahana yang menuju Bulan pada periode tersebut. Resilience, wahana pendarat dari perusahaan Jepang, ispace, juga diluncurkan dengan roket yang sama, namun dengan jalur perjalanan yang lebih panjang dan waktu tempuh yang berbeda.

Blue Ghost memiliki ukuran yang relatif kompak, sekitar 2 meter tinggi dan 3,5 meter lebar. Desainnya yang dilengkapi empat kaki memberikan stabilitas ekstra selama pendaratan di permukaan Bulan yang tidak rata. Wahana ini dirancang untuk beroperasi secara otomatis (autopilot) selama seluruh misi, termasuk proses pendaratan. Teknologi canggih yang terpasang di Blue Ghost memungkinkan pengiriman gambar dan data secara real-time ke Bumi.

Keberhasilan misi ini menandai tonggak sejarah dalam eksplorasi ruang angkasa, khususnya dalam peran perusahaan swasta. Kolaborasi antara NASA dan Firefly Aerospace dalam misi Blue Ghost menunjukkan model baru dalam eksplorasi luar angkasa yang lebih efisien dan inovatif. Data yang dikumpulkan oleh Blue Ghost akan sangat berharga untuk misi-misi eksplorasi Bulan di masa depan, termasuk misi berawak.

Selain itu, keberhasilan Blue Ghost juga membuka peluang bagi perusahaan swasta lainnya untuk berpartisipasi dalam eksplorasi ruang angkasa. Hal ini dapat mempercepat kemajuan teknologi dan penelitian di bidang luar angkasa, serta memperluas pengetahuan manusia tentang Bulan dan tata surya.

Data yang dikumpulkan oleh Blue Ghost akan dianalisis oleh tim ilmuwan NASA untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi permukaan Bulan, komposisi tanah, dan potensi sumber daya. Informasi ini akan sangat penting untuk merencanakan misi-misi berawak ke Bulan di masa depan, termasuk pembangunan pangkalan permanen di Bulan.

Program Layanan Muatan Bulan Komersial (CLPS) NASA merupakan program yang inovatif yang bertujuan untuk mendorong partisipasi perusahaan swasta dalam eksplorasi Bulan. Dengan melibatkan perusahaan swasta, NASA dapat mengurangi biaya dan mempercepat kemajuan teknologi dalam eksplorasi ruang angkasa. Program CLPS telah terbukti sukses dalam misi Blue Ghost, dan diharapkan dapat mendorong lebih banyak misi serupa di masa depan.

Keberhasilan pendaratan Blue Ghost menandai awal dari era baru dalam eksplorasi Bulan. Dengan semakin banyaknya perusahaan swasta yang terlibat, eksplorasi Bulan akan menjadi lebih terjangkau dan lebih cepat. Hal ini akan membuka peluang baru untuk penelitian ilmiah, pengembangan teknologi, dan bahkan kolonisasi Bulan di masa depan.

Rekomendasi