Bukan Telepon atau WhatsApp, Polisi India Gunakan Burung Merpati untuk Komunikasi
Merdeka.com - Polisi India memiliki alat komunikasi yang tidak biasa, bukan telepon atau WhatsApp, melainkan burung merpati. Burung ini dipelihara khusus oleh polisi India sebagai alat komunikasi apabila bencana terjadi.
Dilansir Reuters, Selasa (20/6), polisi di negara bagian Odisha, India Timur melestarikan sekawanan merpati pos untuk digunakan sebagai alat komunikasi ketika bencana. Hal itu disampaikan oleh inspektur Jenderal Polisi di Distrik Cuttack, Satish Kumar Gajbhiye.
"Kami memelihara merpati untuk nilai warisan mereka dan melestarikannya untuk generasi mendatang," ujar Gajbhiye.
Polisi mengatakan merpati-merpati pos ini telah terbukti menjadi penyelamat setidaknya dua kali dalam empat dekade terakhir.
Dua insiden tersebut adalah banjir dahsyat di beberapa negara bagian India pada 1982 dan angin topan kuat yang melanda wilayah pesisir India pada 1999-an. Kala itu jalur komunikasi harus terputus.
Merpati biasanya membawa pesan yang ditulis di atas kertas bawang tipis, dimasukkan ke dalam kapsul dan kemudian diikat ke kaki.
Hewan ini dapat terbang dengan kecepatan 55 hingga 800 kilometer per jam.
Menurut perawat burung ini, Parshuram Nanda, merpati biasanya dilatih sejak usia mereka lima minggu.
"Kami mulai melatih burung-burung itu pada usia lima hingga enam minggu, ketika mereka ditempatkan di peti dan ditempatkan di tempat berlindung," ujar Nanda.
Seiring bertambahnya usia, merpati dibawa agak jauh untuk dibebaskan dan terbang kembali ke tempat berlindung dengan insting.
“Jaraknya ditambah secara bertahap, dan dalam waktu 10 hari, mereka sudah bisa kembali dari jarak sekitar 30 km,” kata Nanda.
Merpati pos telah membawa pesan sejak zaman penaklukan Gaul ke Roma hingga berita kekalahan Napoleon di Waterloo ke Inggris. Sejak saat itu, merpati digunakan secara luas untuk membawa pesan selama dua perang dunia.
Reporter magang: Yobel Nathania
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya