Bocah WNI di Australia jual mainan buat sumbang uang untuk korban gempa Sulteng

Jumat, 5 Oktober 2018 17:41 Reporter : Merdeka
Bocah WNI di Australia jual mainan buat sumbang uang untuk korban gempa Sulteng Kondisi Balaroa usai gempa Palu. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Bocah warga negara Indonesia di Australia bernama Adam baru saja berulang tahun ke-9. Tapi tidak seperti kebanyakan murid kelas 3 Sekolah Dasar, ia tidak ingin ulang tahunnya dirayakan. Ia malah meminta ibunya untuk menjual mainan dan buku-bukunya, lalu mengatakan agar uang hasil penjualan tersebut disumbangkan ke korban gempa-tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.

Adam adalah satu dari sejumlah warga Indonesia di Australia yang berupaya menggalang dana bagi pemulihan Palu dan Donggala pasca gempa dan tsunami yang telah menewaskan lebih dari 1.400 orang.

Diena Said, ibu dari Adam mengatakan puteranya berencana menggelar 'Garage Sale' di rumah mereka sendiri di kawasan Pascoe Vale, Melbourne, hari Minggu (7/10).

"Awalnya malam-malam saya dan anak-anak sedang berbaring di tempat tidur dan melihat kiriman berita soal Palu di WhatsApp," ujar Diena kepada ABC Indonesia, dilansir (5/10).

"Adam yang ikut melihat tiba-tiba mengatakan, saya sedih sekali".

Diena mengatakan Adam teringat dengan sisa uangnya dari hadiah lebaran yang berjumlah 20 dolar Australia, atau lebih dari Rp 200 ribu dan ingin memberikannya kepada korban gempa yang ia lihat di Whatsapp.

"Kemudian ide datang dari dirinya sendiri untuk mendapatkan uang lebih banyak lewat menjual mainan dan buku-bukunya."

Di sejumlah negara bagian Australia, komunitas Indonesia juga menggelar konser dan festival yang salah satu agendanya adalah untuk mengumpulkan dana untuk memberi bantuan makanan dan kebutuhan pokok bagi korban terdampak.

Badan PBB memperkirakan 60.000 warga di Sulawesi Tengah kehilangan tempat tinggal dan kini tinggal di pengungsian.

Sementara itu, komunitas Indonesia di Adelaide akan menggelar konser untuk membantu pemulihan gempa di Lombok dan Sulawesi.

"Awalnya kita berencana untuk menggelar konser untuk membantu upaya pemulihan gempa Lombok, tapi sekarang kita juga akan memasukkan Sulawesi Tengah," ujar Ivonne Crow, salah satu panitia acara.

Ivonne mengatakan ia tahu beberapa anggota dari komunitasnya yang terkena dampak dari gempa di Palu.

Salah satunya adalah Indah Mashuri yang sempat cemas karena tidak dapat menghubungi keluarganya di Palu saat itu.

Lebih dari 20 musisi dan band yang terdiri dari warga Indonesia di Australia Selatan, serta beberapa band lokal, akan tampil di Nexus Arts Building, Adelaide, hari Sabtu 6 Oktober 2018.

Di Perth, komunitas Indonesia juga mencoba memberikan dukungan bagi korban gempa Sulawesi Tengah di acara yang disebut-sebut sebagai festival Indonesia terbesar di Australia Barat.

Ketua panitia 'Kreasi Indonesia' mengatakan meski acara tidak dikhususkan bagi korban gempa, tapi mereka akan menyediakan kotak-kotak sumbangan sepanjang acara.

"Kita mencoba meningkatkan kepedulian dari bencana alam yang mengenaskan di Sulawesi Tengah, tidak hanya bagi warga Indonesia, tapi juga warga lokal di Perth," ujar Ahmad Yani.

Acara 'Kreasi Indonesia' akan digelar di Forrest Place, pusat kota Perth pada hari Sabtu 6 Oktober 2018 yang akan diramaikan oleh tarian dari sejumlah daerah di Indonesia dan penampilan kolaborasi antara warga Indonesia dan warga Australia.

Sumber: Liputan6.com [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini