Bocah Delapan Tahun di India Tewas Saat Bentrokan Unjuk Rasa Tolak UU Kewarganegaraan

Seorang bocah laki-laki berusia delapan tahun menjadi korban tewas dalam bentrokan polisi dan demonstran yang menolak UU Amandemen Kewarganegaraan di India.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Bocah Delapan Tahun di India Tewas Saat Bentrokan Unjuk Rasa Tolak UU Kewarganegaraan
Bentrokan polisi dan demonstran dalam unjuk rasa menolak UU Kewarganegaan di Lucknow, India.. ©2019/AFP

Seorang bocah laki-laki berusia delapan tahun menjadi korban tewas dalam bentrokan polisi dan demonstran yang menolak UU Amandemen Kewarganegaraan di India. Dalam beberapa hari terakhir, unjuk rasa meluas di berbagai kota di India. Pengunjuk rasa menolak UU yang dinilai anti Muslim itu sejak disahkan pekan lalu oleh parlemen India.

Bocah tersebut merupakan salah satu dari lima korban tewas dalam aksi unjuk rasa pada Jumat kemarin. Demikian kata pihak berwenang India pada Sabtu (21/12). Dilansir dari Channel News Asia, sampai saat ini dilaporkan jumlah korban tewas sebanyak 20 orang.

Empat korban tewas setelah terkena peluru saat unjuk rasa berujung ricuh pada Jumat di negara bagian Uttar Pradesh, kata juru bicara kepolisian negara, Shiris Chandar kepada AFP.

Sementara anak delapan tahun tersebut tewas dalam bentrokan saat 2.500 orang berunjuk rasa di kota suci Varanasi, kata kepala polisi distrik Prabhakar Chaudhary.

Kepala petugas medis distrik Meerut, Rajkumar, menyampaikan jenazah keempat korban dibawa ke rumah sakit. Pihaknya akan melakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian.

Dia menambahkan, tujuh demonstran lain yang terluka juga dirawat di rumah sakit.

UU tersebut akan memudahkan imigran penganut agama minoritas mendapatkan status kewarganegaraan. Kelompok Muslim menjadi pengecualian dalam UU tersebut.

Unjuk rasa di Delhi terpusat di sekitar Jama Masjid, masjid terbesar di India dimana ribuan orang, sebagian membawa bendera India berukuran besar, bersorak saat polisi huru hara India muncul.

Para demonstran, bergabung dengan pemimpin kelompok terkemuka di komunitas Dalit - kelompok terendah dalam sistem kasta Hindu - kemudian mengajak mereka keluar dari masjid dan merobohkan poster-poster Modi sebelum melakukan aksi duduk di Gerbang Delhi di Distrik Old Delhi.

Puluhan stasiun kereta ditutup di ibu kota. Di negara bagian terpadat, Uttar Pradesh, jaringan internet ponsel dan SMS diblokir di beberapa wilayah, bentrokan terjadi di ibu kota negara bagian, Lucknow.

Sementara di kota Firozabad, Uttar Pradesh, polisi mengatakan, "satu orang tewas dan setidaknya satu terluka selama unjuk rasa". Penyebab kematian tersebut belum diketahui, kata juru bicara Kepolisian Distrik Firozabad kepada AFP.

Di negara bagian asal Perdana Menteri Narendra Modi, Gujarat, bentrokan terjadi antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa di kota Vadodara, sehari setelah bentrokan di kota terbesar Ahmedabad menyebabkan 20 polisi dan 10 warga terluka.

Rekomendasi