Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bikin tato buat perempuan, perias Saudi dicambuk 200 kali

Bikin tato buat perempuan, perias Saudi dicambuk 200 kali Gadis Arab. (ilustrasi/saudiarab11.blogspot.com)

Merdeka.com - Polisi Arab Saudi menangkap seorang penata rias sekaligus seniman tato asal Libanon. Lelaki ini dihukum cambuk 200 kali dan penjara setahun akibat membuatkan rajah diam-diam kepada para perempuan di Kota Jeddah.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Kamis (19/7), pria tidak disebut namanya itu ditangkap unit A Hai'a (sebutan polisi syariah dalam bahasa Arab) di luar apartemen Distrik Al Rawdah, Jeddah. Dia hendak membikinkan sebuah tato dan merias salah satu klien ketika dicokok polisi

Dia dihukum berat lantaran Saudi menerapkan pemisahan ketat lelaki dan perempuan belum menikah, bukan karena membuatkan tato. Bila nekat bertemu, seperti dilakukan si penata rias ini, pelaku dianggap berzina. Hukuman cambuk dan bui itu langsung diumumkan Kejaksaan Jeddah tidak lama setelah dia tertangkap.

Seniman ini selain menata rias dan bisa memotong rambut, kadang juga membuatkan tato bagi kliennya. Dia menawarkan jasanya secara bergerilya melalui pesan pendek selama sembilan tahun terakhir. Bila calon pelanggan tertarik, dia akan mendatangi apartemen mereka ketika sepi, biasanya di pagi hingga siang.

Namun, karena langkah itu pula, usahanya diendus polisi syariah. Seorang petugas A Hai'a menyamar menjadi calon klien, mengirim pesan pendek minta dibuatkan tato. Saat ditangkap, warga asing ini tidak bisa mengelak, sebab di tasnya terdapat alat pembuat tato, pembersih kulit, dan perlengkapan cukur rambut. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP