Bentrokan Tentara dan Demonstran di Sudan, 35 Orang Dikabarkan Tewas

Selasa, 4 Juni 2019 17:35 Reporter : Merdeka
Bentrokan Tentara dan Demonstran di Sudan, 35 Orang Dikabarkan Tewas Suka Cita Rakyat Sudan Rayakan Lengsernya Presiden Umar al-Bashir. ©REUTERS/Stringer

Merdeka.com - Sebanyak 35 orang demonstran Sudan tewas setelah pasukan keamanan menyerbu tempat protes duduk (sit-in protest) di ibu kota Khartoum. Insiden ini disebut sebagai kekerasan terburuk sejak penggulingan Presiden Omar al-Bashir.

Komite dokter yang terkait dengan para pengunjuk rasa mengonfirmasi jumlah korban tewas melalui unggahan di Facebook pada Senin (3/6). Mereka menyebutkan, korban jiwa telah meningkat menjadi 35 termasuk satu anak.

Kelompok itu menambahkan, sulit untuk menghitung di area protes di luar kompleks militer Sudan di Khartoum, sebagaimana dikutip dari laman Al Jazeera pada Selasa (4/5). Komite yang sama melanjutkan, ratusan orang telah terluka, sebagian besar akibat tembakan.

Asosiasi Profesional Sudan (SPA), yang mempelopori protes nasional yang dimulai pada bulan Desember, mengatakan tindakan keras pada Senin merupakan "pembantaian berdarah".

"Kami menganggap Dewan Militer Transisi (TMC) bertanggung jawab atas apa yang terjadi pagi ini," kata SPA, merujuk pada dewan militer yang saat ini mengelola negara.

PBB telah mengutuk insiden ini. Khususnya pasukan keamanan terhadap para demonstran. PBB menyerukan penyelidikan atas insiden tersebut. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa ia "terkejut" oleh laporan bahwa pasukan keamanan melepaskan tembakan yang menargetkan sebuah rumah sakit di Khartoum.

"Yang jelas bagi kami adalah bahwa ada penggunaan kekuatan berlebihan oleh pasukan keamanan terhadap warga sipil. Orang-orang telah tewas. Orang-orang terluka," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.

Guterres mendesak pihak berwenang Sudan untuk memfasilitasi penyelidikan independen atas kematian tersebut, dan memastikan bahwa mereka yang berada di balik penyerangan akan dimintai pertanggungjawaban. Dia juga memperbarui seruannya untuk bernegosiasi terkait transisi kekuasaan secara damai dari militer ke otoritas yang dipimpin sipil.

Sumber: Liputan6.com [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Sudan
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini