Australia ketar-ketir saat militer Rusia latihan terbang dari Biak
Merdeka.com - Kehadiran sejumlah pesawat militer dan sekitar 110 serdadu pemerintah Rusia di Bandara Biak, Papua, Indonesia, sejak 4 Desember lalu, ternyata membikin Australia curiga. Mereka menduga keberadaan prajurit dan sejumlah burung besi itu melakukan pengintaian terhadap negeri kanguru.
Dilansir dari laman ABC News, Minggu (31/12), Kementerian Pertahanan Australia sampai sempat menerapkan status siaga di Pangkalan Angkatan Udara di Darwin, karena menduga angkatan udara Rusia melakukan misi mata-mata. Sebab, mereka tidak hanya membawa dua pesawat pengangkut Ilyushin (Il-76) membawa 81 personel, tetapi juga menurunkan dua pesawat pembom taktis Tupolev (Tu-95) yang bisa membawa hulu ledak nuklir.
"Angkatan Bersenjata Australia sengaja meningkatkan kewaspadaan buat menghadapi situasi yang berkembang," demikian pernyataan disampaikan Kementerian Pertahanan Australia.
Walau demikian, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan mereka tidak melakukan misi pengintaian di Biak. Selama lima hari, lanjut mereka, dua pesawat Tu-95 cuma menggelar latihan di atas perairan Samudra Pasifik yang netral, lebih dari delapan jam.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya