Tengkorak ini ditemukan tahun 2022 dan membuat para ilmuwan bingung terkait asal usulnya.
Tengkorak misterius mirip manusia purba yang ditemukan di China mungkin merupakan hasil persilangan dua spesies. Peneliti meyakini individu yang berusia 900.000 tahun tersebut adalah hibrida—sebagian dari Homo sapiens, dan sebagian lagi dari Homo longi, spesies yang telah lama hilang dan dikenal sebagai 'Manusia Naga'.
Advertisement
Tengkorak tersebut diberi nama 'Manusia Yunxian', diambil dari nama Distrik Yunyang di Provinsi Hubei, lokasi penemuan tengkorak pada 2022.
Penemuan ini membingungkan para arkeolog karena bentuk dan fiturnya yang aneh.
Studi baru ini berhasil menciptakan model tiga dimensi (3D) penuh dari tengkorak tersebut, menunjukkan tengkorak ini memiliki tulang wajah manusia tetapi dengan ciri-ciri khas Homo longi, seperti tengkorak yang datar, mata berbentuk kotak, dan tulang alis yang lebih tebal.
Advertisement
Berdasarkan temuan awal, penelitian ini menyimpulkan individu tersebut dijuluki 'Manusia Yunxian', merujuk pada garis keturunan 'saudara perempuan kita yang telah lama hilang'.
Para penulis studi yang dipublikasikan sebagai pracetak di situs BioRxiv menyatakan bahwa "masuk akal untuk menyimpulkan Yunxian secara morfologis dan kronologis dekat dengan nenek moyang terakhir dari garis keturunan Homo sapiens dan Manusia Naga".
Advertisement
Tengkorak ini adalah salah satu dari tiga yang ditemukan di China selama 50 tahun terakhir.
Sempat membingungkan para ilmuwan, karena mereka tidak dapat mengidentifikasi asal usulnya.
Tampaknya mudah untuk menentukan tulang mana yang cocok dengan spesies tertentu, namun para ilmuwan belum sepakat tentang jumlah spesies mirip manusia yang ada dalam sejarah arkeologi kita, tulis Anna Goldfield, seorang arkeolog di Universitas Boston.
Secara umum, telah diterima bahwa ada dua spesies manusia purba, yaitu Neanderthal dan Denisovan yang menjelajahi Bumi sebagai kelompok berbeda hingga sekitar 30.000 tahun yang lalu dan memiliki ciri-ciri berbeda. Namun, tengkorak Manusia Yunxian sulit untuk dikategorikan.
Berdasarkan ciri fisik dan lokasinya, para peneliti menduga tengkorak ini mungkin merupakan anggota keluarga Denisovan yang berasal dari Asia sekitar 500.000 tahun yang lalu. Meskipun tengkorak pria Yunxian memanjang, mirip dengan Denisovan, ia juga memiliki mata kotak yang berbeda.
Advertisement
Para peneliti berspekulasi, garis keturunan 'Manusia Naga' mungkin mencakup Denisovan, karena kedua kelompok hidup pada waktu yang hampir bersamaan. Setelah menganalisis tengkorak baru tersebut, para peneliti memastikan ciri-cirinya mirip dengan yang ditemukan pada manusia purba dan Manusia Naga, menunjukkan kemungkinan bahwa tengkorak tersebut merupakan keturunan keduanya.
Homo longi memiliki rongga mata yang besar dan kotak, gigi geraham yang lebih besar dari Homo sapiens, tulang alis yang tebal, dan ukuran otak yang mirip dengan manusia, kata Profesor Goldfield. Ciri-ciri ini diamati pada tengkorak manusia Yunxian.
“Yunxian 2 yang direkonstruksi menunjukkan bahwa ia adalah anggota awal dari garis keturunan 'Manusia Naga' Asia, yang mungkin mencakup Denisovan, dan merupakan kelompok saudara dari garis keturunan Homo sapiens,” tulis para peneliti, dikutip dari Daily Mail.
“Baik garis keturunan Homo sapiens maupun Manusia Naga memiliki akar yang kuat melampaui masa Pleistosen Tengah, dan posisi dasar fosil tengkorak Yunxian menunjukkan bahwa ia mewakili populasi yang berada dekat dengan nenek moyang terakhir dari kedua garis keturunan tersebut.”
Makalah ini belum ditinjau oleh ilmuwan lain, namun penelitian sebelumnya tentang Manusia Naga oleh penulis utama, ahli paleoantropologi Xijun Ni, telah dipublikasikan di jurnal seperti The Innovation.
Advertisement