Arkeolog Temukan 'Prasasti Kutukan' Saat Menggali di Rumah Sakit Abad ke-18, Ditulis dalam Bahasa Kuno yang Sudah Punah
Di rumah sakit tersebut ditemukan makam berusia 2.000 tahun.
Para arkeolog dari Badan Arkeologi Orleans menemukan 'prasasti kutukan' saat menggali di rumah sakit dari abad ke-18 di Prancis barat laut. Rumah sakit ini ternyata bekas nekropolis atau makam Romawi berusia 2.000 tahun.
Di dalam makam tersebut ditemukan 60 kuburan dan 21 'prasasti kutukan', di mana salah satu prasasti ditulis dalam bahasa Celtic Galia yang sudah punah.
Dikutip dari Arkeonews, Rabu (22/1), prasasti tersebut digunakan untuk menyerukan pembalasan dari dewa atau memohon harapan dari para dewa.
Prasasi tersebut terbuat dari potongan tipis timah yang digulung kemudian ditusuk dengan paku dan ditempatkan di kuburan atau sumur. Dengan menggunakan pencitraan transformasi reflektansi, salah satu prasasti—yang ditemukan di antara kaki seorang pria yang juga dikuburkan bersama vas dan beberapa koin—telah dibuka gulungannya. Prasasti Latinnya disertai beberapa kata yang ditulis dalam bahasa Galia, bahasa Celtic.
Para ilmuwan berhasil menguraikan pesan yang tertulis di salah satu prasasti, berisi seruan kepada Mars, dewa perang Romawi, dan meminta dewa tersebut untuk mengutuk beberapa individu. Beberapa orang juga disebutkan dalam prasasti tersebut sebagai sasaran kutukan.
Tomografi sinar-X sekarang digunakan untuk memeriksa dan membuka gulungan prasati kutukan kedua dari kuburan. Para peneliti berharap dapat mempelajari rincian sejarah penting tentang agama kuno, budaya Galia, dan penaklukan Romawi atas Gaul saat mereka terus menerjemahkan sisa 20 prasasti lainnya.