Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Antonio Guterres terpilih sebagai Sekjen baru PBB

Antonio Guterres terpilih sebagai Sekjen baru PBB Sekjen PBB Antonio Guterres. ©2016 Merdeka.com/AP/Salvatore Di Nolfi

Merdeka.com - Mantan Perdana Menteri Portugal, Antonio Guterres, terpilih menjadi Sekertaris Jenderal PBB berikutnya. Guterres menggantikan posisi Ban Ki-moon mulai awal 2017.

Dalam rapat majelis umum, sebanyak 15 duta besar anggota dewan keamanan telah memilih melalui enam rangkaian pemungutan suara. Berdasarkan pemungutan suara disepakatilah Guterres yang sebelumnya menjabat sebagai komisaris tinggi PBB untuk pengungsi selama 10 tahun terakhir, sebagai Sekjen PBB yang baru.

"Hari ini setelah pemungutan suara singkat yang kami lakukan maka dipilihlah Antonio Guterres," kata Duta Besar Rusia PBB, Vitaly Churkin, kepada wartawan dan 14 rekan dewan yang berdiri di belakangnya, seperti dilansir dari The Guardian, Jumat (14/10).

"Kami akan melakukan pemungutan suara secara resmi awal pekan ini. Kami berharap hal itu bisa dilakukan dengan antusias," sambungnya.

Terpilihnya Guterres sangat mengejutkan mengingat para pengamat memperkirakan proses seleksi sekjen PBB biasanya memakan waktu lama, setidaknya sampai akhir Oktober nanti. Selain itu, sebagian besar negara juga masih berjuang mempromosikan kandidat gacoan masing-masing. Beberapa pengamat memperkirakan Rusia yang saat ini memimpin Dewan Keamanan akan memblokir penunjukkan Guterres.

Melalui pemungutan suara ini, Guterre memenangkan 13 suara sedangkan dua abstain, dan ada satu suara yang menolak kepemimpinannya. Kandidat potensial lainnya adalah Miroslav Lajcak dari Slovakia yang mendapat dukungan enam suara.

Sebagai petinggi PBB di bidang pengungsi, Guterres dianggap menjalankan tugasnya dengan sangat baik, terutama dalam mengatasi krisis migran yang menimpa Eropa dua tahun belakangan.

Dalam kesempatan ini, Guterres menyampaikan janjinya untuk selalu berkomitmen setelah diangkat menjadi Sekjen PBB. "Saya benar-benar berkomitmen seperti saat saya menjabat sebagai kepala bidang pengungisan PBB selama 10 tahun," ujarnya.

Ban Ki-moon, diplomat asal Korea Selatan, sudah memasuki masa purna tugas. Dia menjabat dua periode sejak 1 Januari 2007.

Sekjen adalah posisi politik tertinggi di PBB, dijabat selama lima tahun dibatasi maksimal dua kali terpilih. Seorang sekjen juga harus menjadi juru bicara paling utama dari lembaga beranggotakan 193 negara itu. Setelah pensiun, seorang mantan sekjen PBB biasanya menjalankan tugas sebagai duta perdamaian ataupun menjadi pemikir kenegaraan global.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP